sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Konflik AS-Iran diprediksi meluas, Kemlu didesak evakuasi WNI

Pemerintah dinilai tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan keselamatan.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 08 Jan 2020 20:14 WIB
Konflik AS-Iran diprediksi meluas, Kemlu didesak evakuasi WNI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran kian memanas pasca-tewasnya Mayor Jenderal Qasem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds, dalam serangan pesawat tak berawak AS Jumat (3/1).

Ketegangan dua negara tersebut diprediksi akan terus meluas ke wilayah Timur Tengah (Timteng), usai Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal ke dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat, Rabu (8/1) dini hari.

Serangan tersebut merupakan balasan atas kematian pemimpin Pasukan Quds, unit elite Pengawal Revolusi Iran (IRGC) itu.

Terkait hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon, mendesak pemerintah segera bertindak melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI). 

Pemerintah, sambung Fadli, tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan keselamatan semata.

"Warga Indonesia mestinya, selain imbauan, juga ada langkah evakuasi ke wilayah yang lebih aman ya. Saya kira ini terjadi di Libya ada evakuasi dan sebagainya," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/1).

Dijelaskan Fadli, gerakan evakuasi negara terhadap warganya yang ada di wilayah potensi perang, telah dikakukan beberapa negara. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) harus segera melakukan tindakan penyelamatan secara kongkrit.

Menurut politikus Gerindra ini, tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi di Timur Tengah untuk hari-hari ke depan. Karenanya perlu pencegahan, agar hal-hal buruk untuk WNI tidak terjadi.

Sponsored

"Kita tidak tahu perkembangan apa yang akan terjadi. Akan cooling down atau justru meningkat ekskalasinya," ujarnya.

Fadli mengutuk apa yang telah dilakukan AS terhadap Qasem karena merupakan tindakan provokatif yang bisa menimbulkan konflik global.

"Ini bisa saja taktik politik domestik dari trump di Amerika. Tetapi kalau kita lihat, ini bisa memicu ketegangan di wilayah Timur Tengah, Iran, Iraq, dan sekitarnya," terangnya.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin mengatakan Kemlu telah menyusun rencana kontingensi yang mencakup skenario evakuasi bagi WNI di Iran.

WNI, kata Octa, akan dievakuasi jika ada serangan balik dari Washington.

"Ketika ada serangan balik dari AS, itu jadi titik di mana kita perlu melakukan evakuasi WNI," jelas Octa.

Menurut dia, rencana kontingensi Kemlu RI itu disusun demi mengantisipasi jika terjadi eskalasi di kawasan, dan telah dimatangkan sejak satu minggu lalu.

Berita Lainnya