sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KontraS percaya sudah banyak perwira TNI berpikiran reformis

Reformasi di tubuh TNI juga ditentukan oleh cara pandang elite-elite sipil.

Herzha Gustiansyah S
Herzha Gustiansyah S Rabu, 18 Nov 2020 07:51 WIB
KontraS percaya sudah banyak perwira TNI berpikiran reformis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Deputi Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jakarta Feri Kusuma mengaku percaya masih banyak perwira TNI yang meski dididik di era Orde Baru namun memiliki cara berpikir reformis.

Menurut Feri banyak dari para perwira TNI yang berpikiran reformis tersebut, ingin mewujudkan reformasi TNI dan mendorong TNI menjadi lebih profesional.

“Ini sebenarnya sangat tergantung pada orang-orang yang ada di tubuh TNI itu sendiri. Ada juga kok perwira-perwira angkatan 70-an dan 80-an yang cara berpikirnya reformis dan juga menginginkan reformasi TNI itu diwujudkan dan bagaimana mendorong TNI itu lebih profesional. Ada banyak itu perwira-perwira yang bisa ditelusuri,” kata Feri dalam diskusi virtual bertajuk Pelibatan TNI Dalam Kontra Terorisme pada Selasa (17/11).

Kendati begitu, dia mengakui tidak ada jaminan perwira lulusan setelah 1998 akan menjadikan TNI sebagai lembaga yang patuh terhadap aturan hukum atau kepada supremasi sipil yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia.

Sponsored

“Hal tersebut sebenarnya tergantung pada masing-masing individu dan juga institusi TNI memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam berbangsa dan bernegara,” sambung Feri.

Namun begitu, reformasi di tubuh TNI juga ditentukan oleh cara pandang elite-elite sipil.

"Masalahnya selama ini bukan hanya persoalan di internal TNI, tetapi juga paradigma di kalangan sipil ini juga masih banyak yang menyeret kembali TNI ke dalam imajinasi peran-peran yang melampaui dari ketentuan hukum dan melampaui fungsi dan tugas pokok TNI itu sendiri. Jadi masih mempercampuradukkan itu," tutup Feri.

Berita Lainnya