sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK akan periksa Azis Syamsuddin hari ini

Azis akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka penyidik Stepanus Robin Pattuju dalam kasus suap penanganan perkara di KPK.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Jumat, 07 Mei 2021 10:19 WIB
KPK akan periksa Azis Syamsuddin hari ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, pada Jumat (7/5). Dia bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai 2020-2021.

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju, penyidik KPK, red)," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, beberapa saat lalu.

Lembaga antirasuah juga memanggil pegawai negeri sipil (PNS), Waris, dan ketua lingkungan, Abul Rahim Sirait. Keduanya akan memberikan keterangan sebagai saksi untuk tersangka Robin.

Pada hari yang sama, KPK juga akan memeriksa Sekretaris Daerah Tanjungbalai, Yusmada, dan PNS/protokoler, Darwansyah Merta Wijaya. Dua orang itu bakal menjadi saksi untuk tersangka sekaligus Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

Dalam perkara ini, komisi antikorupsi menetapkan tiga tersangka. Satu orang lainnya adalah seorang pengacara, Maskur Husain.

Menurut KPK, kasus bermula dari rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020, yang diterka mengenalkan Robin dengan Syahrial. Sementara itu, Syahrial diduga tersandung kasus yang sedang diselidiki komisi antirasuah, jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai pada 2019.

Agar perkaranya tidak naik ke tahap penyidikan, Syahrial diduga memberikan uang Rp1,3 miliar dari komitmen awal Rp1,5 miliar kepada Robin. Sekitar Rp525 juta di antaranya diterka diberikan kepada Maskur.

Maskur juga diduga menerima duit dari pihak lain sebesar Rp200 juta. Sedangkan Robin turut diterka mengantongi Rp438 juta dari pihak lain lewat transfer ke rekening bank atas nama Riefka Amalia, teman saudaranya, dari Oktober 2020-April 2021.

Sponsored

Atas perbuatannya, Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Di sisi lain, KPK pada 21 April lalu mengumumkan, kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai telah naik ke tahap penyidikan.

Berita Lainnya

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB