sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK dalami proses sewa rumah diduga tempat persembunyian Nurhadi

KPK periksa seorang notaris ihwal sewa menyewa rumah di Jl. Simprug Golf, Jakarta.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 14 Jan 2021 12:00 WIB
KPK dalami proses sewa rumah diduga tempat persembunyian Nurhadi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalami proses sewa rumah dalam kasus dugaan mencegah dan merintangi penyidikan perkara eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Pada kasus itu, Ferdy Yuman (FY) ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, pengusutan sewa rumah dilakukan saat periksa satu saksi, Rabu (13/1).

"Ni Putu Nena BP Rachmadi (notaris) didalami keterangannya terkait dengan proses sewa menyewa rumah yang berlokasi di Jl. Simprug Golf, Jakarta, yang diduga sebagai salah satu tempat persembunyian NHD (Nurhadi) dan kawan-kawan saat ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) KPK," ujarnya, Kamis (14/1).

Adapun Nurhadi terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA periode 2011-2016. Bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dia sedang diadili di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Ferdy merupakan sopir terdakwa Rezky sejak 2017. Awal 2020 usai Nurhadi, Rezky, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto dinyatakan buron, Ferdy diminta Rezky datang ke Apartemen Dharmawangsa, Jakarta.

Sekitar Februari 2020, atas perintah Rezky, Ferdy diduga terlibat dalam perjanjian sewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekaligus menyerahkan uang sewa secara tunai sebesar Rp490 juta.

Pada bulan yang sama, Nurhadi bersama keluarganya menempati rumah tersebut. Medio Juni 2020, saat tim KPK ingin menangkap Nurhadi dan Rezky di kediaman itu, Ferdy disebut telah menunggu di dalam mobil dengan plat nomor yang diduga palsu, untuk menjemput Rezky bersama keluarga.

Ketika didekati, Ferdy langsung tancap gas ke arah Senayan, Jakarta. Sedangkan tim KPK kembali ke arah rumah dan berhasil menangkap Nurhadi dan Rezky. Pada Juli 2020, Ferdy disebut juga tidak kooperatif saat penyidik komisi antisuap ingin melakukan penggeledahan di rumah keluarganya yang berlokasi di Surabaya.

Sponsored

Atas perbuatannya, Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp83.013.955.000. Diterka dari Hiendra Rp45,7 miliar lebih dan pihak-pihak lain yang sedang berperkara di pengadilan sekitar Rp37,2 miliar. 

Berita Lainnya