logo alinea.id logo alinea.id

KPK geledah dua lokasi terkait suap SPAM Kementerian PUPR

Penggeledahan dilakukan sejak sekitar pukul 14.00 WIB.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 31 Des 2018 20:36 WIB
KPK geledah dua lokasi terkait suap SPAM Kementerian PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan dalam penyidikan kasus suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun anggaran 2017-2018. Ada dua lokasi yang disambangi penyidik KPK dalam penggeledahan yang dilakukan hari ini.

"KPK menggeledah Kantor Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Strategis Ditjen Dipta Karya Kementerian PUPR, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan Kantor PT WKE di Pulogadung," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (31/12).

Menurut Febri, penyidik memulai penggeledahan pada pukul 14.00 WIB. Hingga pukul 19.30, penggeledahan masih dilakukan.

KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini. Tersangka yang diduga sebagai pemberi suap adalah Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sementara tersangka yang diduga menerima suap, adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA). 

Mereka diduga menerima suap untuk mengatur lelang proyek pembangunan SPAM pada tahun anggaran 2017 dan 2018, di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Selain itu, proyek lain yang menjadi penyebab terjadinya penyuapan adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi, dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan US$5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung. Kemudian Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Sponsored

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Adapun lelang diatur sedemikan rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP, yang dimiliki oleh orang yang sama. PT WKE diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di atas Rp50 miliar, sedangkan PT TSP diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di bawah Rp50 miliar.

Selanjutnya, pada tahun anggaran 2017 dan 2018, kedua perusahaan tersebut memenangi 12 paket proyek dengan total nilai Rp429 miliar. Proyek terbesar adalah pembangun SPAM Kota Bandar Lampung dengan total proyek Rp210 miliar. (Ant)