sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KPK kembali periksa tersangka suap di Garuda Indonesia

Hadinoto Soedigno akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 11 Okt 2019 11:11 WIB
KPK kembali periksa tersangka suap di Garuda Indonesia

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero), Hadinoto Soedigno. Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero).

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi dalam pesan singkat, Jumat (11/10).

Pemeriksaan terhadap Hadinoto Soedigno dilakukan untuk menelusuri proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat tersebut. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan Hadinoto pada Kamis (3/10) pekan lalu. 

Hadinoto yang telah menyandang status tersangka, diduga kuat telah menerima uang suap bersama Satar, dari perusahaan manufaktur asal Inggris, Rolls-Royce. Pemberian uang dilakukan atas pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 oleh Garuda Indonesia. Uang diserahkan melalui Soetikno Soedarjo, yang saat itu menjabat sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.

Sponsored

Jumlah uang yang diberikan kepada Satar ditaksir mencapai Rp5,79 miliar. Satar juga diduga menerima 680.000 dolar Singapura dan 1,02 juta euro yang dikirim ke rekening perusahaan miliknya di Singapura, serta 1,2 juta dolar Singapura untuk pelunasan apartemen di Singapura.

Hadinoto, diduga telah menerima uang sebesar 2,3 juta dolar Singapura dan 477.000 euro. Uang itu diberikan Soetikno dengan mengirimkannya ke rekening Hadinoto yang berada di Singapura.

Untuk itu, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus itu yakni eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar, Bos PT MRA Soetikno Soedardjo, serta Dirketur Teknik Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Hadinoto Soedigno.