sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK konfirmasi Edhy Prabowo soal bank garansi eksportir benur

KPK dalami Edhy Prabowo soal kebijakan bank garansi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 17 Mar 2021 12:55 WIB
KPK konfirmasi Edhy Prabowo soal bank garansi eksportir benur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi dugaan perintah bank garansi terhadap Edhy Prabowo (EP). Eks Menteri Kelautan dan Perikanan itu merupakan tersangka kasus terkaan suap izin ekspor benih lobster atau benur.

Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, berkata, konfirmasi dilakukan saat penyidik komisi antikorupsi memeriksa empat terduga pelaku suap ekspor benur, Selasa (16/3). Semuanya saling menjadi saksi untuk tersangka lain.

"Tersangka EP dikonfirmasi terkait dengan perintah dan kebijakan untuk dibuatkannya bank garansi bagi para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih bening lobster di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) tahun 2020," ujar Ali, Rabu (17/3).

Sementara tersangka sekaligus staf istri Edhy, Ainul Faqih (AF), didalami pengetahuannya mengenai aliran dana ke berbagai pihak. Sedangkan tersangka cum staf khusus Edhy, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP), saling diadu keterangannya.

"Tersangka SAF dan tersangka AMP, oleh tim penyidik KPK dilakukan konfrontir terkait dengan aliran sejumlah dana yang diterima tersangka EP," jelas Ali.

Kendati demikian, Ali mengatakan terdapat saksi yang mangkir, yakni seorang wiraswasta Ade Mulyana Saleh. Oleh karena itu, Ade diimbau kooperatif untuk hadir sesuai surat panggilan berikutnya yang segera dikirimkan penyidik lembaga antisuap kepada yang bersangkutan.

Sebelumnya, KPK membeslah Rp52,3 miliar terkait bank garansi. Komisi antirasuah menduga duit bersumber dari eksportir yang telah mendapatkan izin KKP untuk ekspor benur 2020.

Tentang uang tersebut, Edhy diterka memerintahkan Sekretaris Jenderal KKP supaya membuat surat perintah tertulis terkait penarikan jaminan bank atau bank garansi dari para eksportir kepada Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Sponsored

Lalu, kata Ali, Kepala BKIPM memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Soekarno Hatta untuk menerima bank garansi itu. "Aturan penyerahan jaminan bank dari para eksportir sebagai bentuk komitmen dari pelaksanaan ekspor benih bening lobster tersebut diduga tidak pernah ada," jelasnya.

Adapun Edhy menjadi tersangka penerima suap bersama lima orang lainnya. Mereka adalah Staf Khusus Edhy, Andreau dan Safri; Sekretaris Pribadi Edhy, Amiril Mukminin; staf istri Edhy, Ainul; dan pengurus PT Aero Citra Kargo atau ACK Siswadi.

Sementara satu tersangka lain, Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama atau DPPP Suharjito, sudah duduk sebagai terdakwa pemberi suap. Dia didakwa menyuap Edhy USD$103 ribu dan Rp706 juta. Selain dari Suharjito, Edhy disangkakan menerima juga duit dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster, yang sebelumnya diduga ditampung PT ACK.

Berita Lainnya