sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK konfirmasi peran tersangka dalam manipulasi data proyek fiktif di Waskita Karya

Penyidik lembaga antisuap juga memanggil mantan Komisaris PT Aryana Sejahtera

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 14 Okt 2020 09:35 WIB
KPK konfirmasi peran tersangka dalam manipulasi data proyek fiktif di Waskita Karya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT. Waskita Karya (Persero) Yuly Ariandi Siregar (YAS) pada Selasa (13/10). Yuly merupakan tersangka dugaan rasuah pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

"Tersangka YAS dikonfirmasi mengenai peran tersangka yang diduga memanipulasi berbagai data keuangan dalam proyek subkontraktor fiktif ini," kata Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Selain tersangka Yuly, penyidik lembaga antisuap juga memanggil mantan Komisaris PT Aryana Sejahtera Mohammad Hosen dan Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin. Dua orang tersebut berstatus saksi para tersangka kasus tersebut.

"Mohammad Hosen diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS dna kawan-kawan. Penyidik mengkonfirmasi terkait kegiatan operasional dan kontrak PT Aryana Sejahtera dengan PT Waskita Karya yang diduga fiktif. (Untuk) Wagimin penyidik masih terus mendalami aliran uang ke tersangka YAS dkk," jelasnya.

Dalam perkara itu, KPK tengah menangani lima tersangka yang semuanya pernah menjabat di PT Waskita Karya. Mereka adalah eks Kepala Divisi III/Sipil/II Desi Arryani dan mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II Jarot Subana.

Kemudian, bekas Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II Fakih Usman, eks Kepala Divisi II Fathor Rachman, dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II Yuly Ariandi Siregar.

Kelimanya, diduga KPK telah memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan merugikan keuangan negara atas pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II Wika selama 2009 hingga 2015.

Setidaknya, negara mengalami kerugian sebesar Rp202 miliar atas kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif. Hal itu diketahui dari laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sponsored

Atas perbuatannya, kelima tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Berita Lainnya