logo alinea.id logo alinea.id

KPK lantik dua pejabat baru

Dalam pesannya, Ketua KPK Agus Rahardjo berpesan kepada seluruh pegawai untuk tidak mengeluarkan informasi dan data kepada pihak luar.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 16 Sep 2019 12:50 WIB
KPK lantik dua pejabat baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik dua pejabat baru dengan posisi sebagai Sekretaris Jenderal dan Direktur Penuntutan, di gedung Penunjang Merah Putih KPK pada Senin (16/9) pagi.

Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dan didampingi oleh tiga wakilnya, yakni Laode M Syarief, Basaria Pandjaitan, dan Alexander Marwata. Saut Situmorang tak nampak dalam pelantikan tersebut.

"Hari ini Senin tanggal 16 bulan September tahun 2019 saya dengan ini secara resmi melantik satu Saudara Cahya Hardianto Harefa dalam jabatan yang baru sebagai Sekretaris Jenderal. Kedua Saudara Fitroh Rohcahyanto dalam jabatan baru sebagai Direktur Penuntutan," ujar Agus dalam sambutannya, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Agus menyampaikan pesan khusus kepada Cahya Hardianto Harefa dapat mengelola keuangan secara akuntabel dan lebih transparan. Menurutnya, jabatan Sekretaris Jendral KPK itu merupakatan supporting system bagi setiap pengelolaan termasuk keuangan.

Dia pun meminta pada dua pejabat baru tersebut untuk memperhatikan dan mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk anak buahnya agar dapat bekerja lebih baik.

"Saya sangat berharap bapak nanti bisa betul-betul melihat temuan-temuan BPK ya, kemudian sebab musababnya apa dan kemudian secara terencana itu bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Kami harapkan KPK kembali mendapatkan status wajar tanpa pengecualian. Mudah-mudahan bisa kita capai dalam waktu tahun ini," ucap Agus.

Tak hanya kepada dua pejabat baru, Agus juga berpesan kepada seluruh pegawai untuk tidak mengeluarkan informasi dan data kepada pihak luar. Menurutnya, hal itu untuk mewujudkan persatuan dan soliditas terhadap lembaga antirasuah.

"Yang mengeluarkan informasi keluar hanya pimpinan saja. Jadi lebih baik kita kemudian menjaga diri tidak keluar lagi informasi-informasi yang kemudian malah mengganggu soliditas di dalam," tutup Agus.

Sponsored