sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KPK percepat penyusunan berkas perkara mantan Dirut Garuda

Lembaga antirasuah itu memastikan akan melimpahkan berkas penyidikan tersangka ke tahap penuntutan

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 04 Des 2019 12:28 WIB
KPK percepat penyusunan berkas perkara mantan Dirut Garuda

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero). Keduanya adalah eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo.

"Keduanya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (4/12).

KPK tengah mempercepat penyelesaian penyusunan berkas penyidikan kedua tersangka tersebut. Lembaga antirasuah itu memastikan akan melimpahkan berkas penyidikan kedua tersangka itu ke tahap penuntutan sebelum berakhirnya masa penahanan Emirsyah dan Soetikno pada 4 Desember.

Pada perkaranya, Emirsyah diduga kuat telah menerima uang suap dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris Rolls Royce untuk pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 oleh PT Garuda Indonesia melalui Soetikno Soedardjo yang saat itu menjabat sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd.

Adapun uang yang masuk ke kantong Emirsyah sebesar Rp5,79 miliar. KPK menduga, uang itu digunakan untuk membayar satu unit rumah yang berlokasi di Pondok Indah. Selain itu, Emirsyah juga diduga menerima 680.000 dolar Singapura dan 1,02 juta euro yang dikirim ke rekening perusahaan miliknya di Singapura serta 1,2 juta dolar Singapura untuk pelunasan Apartemen di Singapura.

Tak hanya ke Emirsyah, Soetikno juga mengalirkan uang ke Hadinoto. Dia diduga telah menerima uang sebesar 2,3 juta dolar Sungapura dan 477.000 euro. Uang itu diberikan Soetikno dengan mengirimkan ke rekening Hadinoto yang berada di Singapura.

Karena itu, KPK menetapkan tiga tersangka yakni, eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, bos PT MRA Soetikno Soedardjo, serta Direktur Teknik Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Atas perbuatannya, Emirsyah disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sponsored

Sementara Hadinoto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Soetikno Soedarjo diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP.