sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK sita ratusan juta rupiah dalam OTT Wahyu Setiawan

Uang tersebut diduga diterima Wahyu dari seorang kader PDIP.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 09 Jan 2020 14:04 WIB
KPK sita ratusan juta rupiah dalam OTT Wahyu Setiawan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah dalam bentuk pecahan mata uang asing dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat salah satu Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1).

"Iya dirupiahkan sekitar Rp400 juta dalam pecahan mata uang asing," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (9/1).

Dia mengaku tidak mengetahui persis sumber dan peruntukan uang tersebut. "Saya tidak faham (uang untuk apa) dan diterima dari siapa, saya belum tahu," tutup dia.

Dari informasi yang dihimpun, uang tersebut diduga diterima Wahyu dari seorang kader PDI Perjuangan (PDIP) bernama Harun Masiku. Harun merupakan calon legislatif PDIP DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan.

Uang itu diduga diberikan Harun untuk melengserkan Rizky Aprilia dari kursi parlemem. Rizky sendiri memperoleh kursi parlemen lantaran menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal sebulan sebelum pemilu berlangsung.

Nazarudin mendapat peroleh suara terbanyak dalam dapil tersebut meskipun sudah meninggal. Otomatis Rizky menggantikan posisi Nazarudsin karena memperoleh suara kedua terbanyak.

Dalam perjalanannya, DPP PDIP diduga berupaya menaikkan Harun untuk memperoleh jabatan tersebut. Namun, KPU menolaknya lantaran Rizky memperoleh suara terbanyak kedua.

Diduga, Harun mencari jalan lain untuk memuluskan tujuannya. Karena itu, dia berupaya melobi Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU. Namun, lembaga antirasuah mencium kedok Harun dan mencokoknya dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT).

Sponsored

Menanggapi temuan itu, Plt Juru Bicara Bidang Penindakan Ali Fikri mengaku tak mengetahuinya. Dia juga tak tahu persis jumlah uang yang disita dalam operasi senyap tersebut. Namun, dia mengonfirmasi bahwa uang yang disita dalam bentuk pecahan mata uang asing.

"Mengenai jumlah pastinya, penyelidik masih menghitungnya dengan mengkonfirmasi pihak-pihak terperiksa. Nanti kepastian jumlahnya akan di sampaikan dalam konpers," tutup Ali.

Berita Lainnya