logo alinea.id logo alinea.id

KPK temukan aset-aset milik konglomerat Nursalim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan aset-aset milik konglomerat tersangka kasus BLBI Sjamsul Nursalim.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 12 Jun 2019 21:02 WIB
KPK temukan aset-aset milik konglomerat Nursalim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan aset-aset milik konglomerat tersangka kasus BLBI Sjamsul Nursalim.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi beberapa aset milik taipan Sjamsul Nursalim yang diduga terkait dengan kasus megakorupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Aset tracking sudah kami lakukan, dan kami sudah mulai temukan beberapa aset yang diduga milik dari tersangka ataupun yang terafiliasi dengan tersangka," kata Febri, di Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).

Meski demikian, Febri belum dapat menjelaskan lebih detil ihwal lokasi aset orang terkaya di Indonesia ke-28 versi Majalah Forbes pada tahun lalu itu.

"Posisinya di mana itu menjadi bagian dari informasi teknis penyidikan yang belum bisa disampaikan," terang Febri.

Diketahui, taipan yang memiliki nama asli Liem Tek Siong ini mempunyai aset kekayaan di beberapa negara, salah satunya  di Singapura. Sjamsul sendiri disinyalir mempunyai saham di salah satu perusahaan real estate Singapura.

Perusahaan itu bernama Tuan Sing Holdings. William Nursalim yang juga menjadi putra taipan Sjamsul, bertindak sebagai CEO dan Executive Director.

KPK menduga, konglomerat kelahiran Lampung 1942 itu sudah lama tinggal di Singapura. Karena itu, komisi antirasuah menganggap kerja sama dengan otoritas di Negeri Singa itu merupakan suatu langkah yang penting.

Sponsored

"Kebutuhan untuk melakukan kerja sama internasional ataupun untuk hal-hal teknis lain dapat dilakukan, tetapi belum bisa kami sampaikan secara detil karena proses penyidikan masih berjalan," ujar Febri.