sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPK usulkan sistem gaji tunggal untuk ASN

Sistem gaji tunggal telah diterapkan di lembaga antirasuah.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 09 Des 2019 20:42 WIB
KPK usulkan sistem gaji tunggal untuk ASN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meminta pemerintah menetapkan sistem penggajian tunggal atau single salary system untuk menggaji aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, mekanisme penggajian seperti itu bisa menghemat keuangan negara. 

"Saya bukan menutut (gaji) yang lebih. Tetapi, misal kita mulai menerapkan single salary system. Artinya, yang namanya honor itu mulai dihilangkan. Jadi, pejabat pembuat komitmen enggak ada honor lagi. Bendahara enggak ada honor lagi. Itu sudah masuk ke gajinya," kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Agus mengatakan sistem penggajian seperti itu telah diterapkan di KPK. Dengan sistem upah tersebut, kata Agus, para pegawai komisi antirasuah tidak menerima penghasilan di luar gajinya.

"(Gaji pegawai) KPK tidak tinggi-tinggi amat. Tetapi, ke mana pun sudah tidak menerima apa-apa. Kalau (gaji dan honor) itu disatukan, saya yakin ada tambahan terhadap ASN yang menjalankan tugasnya," tutur dia.

Di samping itu, Agus juga berpesan kepada pemerintah untuk dapat mengakselerasi kerja sama antar lembaga negara dalam mengelola keuangan negara. Salah satu caranya, kata Agus, dengan memanfaatkan e-procurement dan e-katalog yang lebih optimal.

"Tadi sudah bisik-bisik, pemerintah kan sudah mengenalkan e-procurement, e-katalog. Ini e-katalog ini kalau kita lihat sudah berjalan, meski tertatih-tatih. Sinkroniasi atau harmonisasi ke depan perlu ditemukan supaya kemudian bisa menemukan cara yang paling baik kemudian pasar e-procurement dan e-katalog berkembang," ucap dia.

Di samping itu, Agus meminta agar pemerintah untuk dapat melanjutkan reformasi birokrasi dan mengakselerasi pertumbuhan industri dalam negeri. 

"Saya pribadi dan berempat pimpinan yang lain kan segera akan mengundurkan diri, tetapi saya sangat ingin ada komitmen-komutmen yang bisa dipercepat dan diwujudkan," ujar Agus.

Sponsored
Berita Lainnya