sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KSP dibubarkan jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf

KSP akan digantikan lembaga baru dengan fungsi lebih kuat.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 16 Okt 2019 17:30 WIB
KSP dibubarkan jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Kantor Staf Presiden akan berhenti beroperasi di akhir masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Pembubaran akan dilakukan pada 19 Oktober 2019, sehari jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pembubaran akan diikuti dengan pembentukan lembaga serupa. Lembaga baru tersebut, akan memiliki fungsi dan kewenangan lebih kuat dari KSP saat ini.

"Rencana nanti tanggal 19 sudah off semuanya. Setelah itu akan muncul lagi Keputusan Presiden berikutnya," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menjelaskan, lembaga baru tersebut akan berfungsi sebagai pengelola program kabinet. Namun statusnya belum diputuskan, apakah akan menjadi lembaga otonom, atau berada di bawah Sekretariat Kabinet. 

"Salah satu tugas delivery unit, begitu menangkap keinginan Presiden, langsung bisa dibuatkan konsep besarnya, desainnya, terus operasionalnya. Lalu siapa yang mengoperasionalkan, nanti bisa kepada menteri yang berkaitan," kata Moeldoko menjelaskan salah satu unit dalam institusi baru itu nantinya.

Saat ini, KSP merupakan lembaga non-struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Para pegawainya berasal dari PNS maupun non-PNS.

Selama ini, KSP bertugas melakukan fungsi pengendalian untuk memastikan program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden. 

Selain itu, KSP juga bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah secara komprehensif, yang dihadapi dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya