sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hari H Lebaran, jalur Tol Jakarta-Cikampek macet parah

Pada Hari Raya Idulfitri, Rabu (5/6) malam, ruas Tol Jakarta-Cikampek terjadi kemacetan parah.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Rabu, 05 Jun 2019 23:12 WIB
Hari H Lebaran, jalur Tol Jakarta-Cikampek macet parah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

Pada Hari Raya Idulfitri, Rabu (5/6) malam, ruas Tol Jakarta-Cikampek terjadi kemacetan parah.

Pantauan Alinea.id di lapangan, Gerbang Tol Cikampek Utama masih dipadati pemudik dan masyarakat pengguna jalan. Kemacetan lalu lintas tak terhindarkan dari Tol Dalam Kota hingga kilometer 57 di Karawang Timur.

Kemacetan terjadi sejak Rabu sore, sekira pukul 17.56 WIB, dari Tol Dalam Kota sampai keluar Tol Cikampek Utama.

Kemacetan terjadi di titik-titik masuk rest area. Kemacetan juga akibat banyaknya pemudik yang memutuskan untuk beristirahat di bahu jalan. Pasalnya, rest area tidak cukup menampung pemudik yang ingin beristirahat.

Untuk mengurangi kemacetan, otoritas jalan tol memberlakukan contraflow dari KM 39 sampai KM 47. 

Kendati demikian, contraflow tidak ampuh mengurai kemacetan. Kendaraan justru tidak bergerak di area yang diberlakukannya contraflow.

Dari KM 47 kemacetan masih terjadi sampai KM 57. Terlihat, para pemudik yang ingin memasuki kawasan rest area di KM 57.

Hadapi arus balik

Sponsored

Sementara itu, meskipun arus mudik Lebaran 2019 hingga H+1 dinilai lancar, pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan dan berbagai hal terkait arus balik nanti.

Untuk itu, pada Senin (3/6) petang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menggelar rapat koordinasi evaluasi arus mudik dan persiapan arus balik Lebaran 2019 di kantornya di Jakarta.

"Setelah periode arus mudik yang telah kita lalui khususnya selama lima hari terakhir sejak tanggal 30 Mei hingga hari ini (3 Juni 2019), ada masukan dan sumbang saran agar pada saat pelayanan arus balik masyarakat dari kampung halaman segala sesuatunya dapat kita persiapkan dengan baik," kata Kepala Korlantas Polri Refdi Andri ketika memimpin rapat koordinasi, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (5/6).

Hadir dalam rapat itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Kusharyanto dari Mabes Polri, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, Vice President PT Lintas Marga Sedaya Firdaus Azis serta R. Widie Wahyu GP dari Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia.

Selain rekayasa lalu lintas one way yang sudah dijadwalkan, berikut enam poin hasil rakor berkaitan dengan antisipasi arus balik Lebaran 2019:

1. Rambu-rambu di akses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik pada tanggal 7 Juni 2019.

2. Penambahan mobile toilet termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus dipenuhi sebelum tanggal 7 Juni.

3. Untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A sebelum tanggal 7 Juni 2019.

4. Menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, yang ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis.

5. Gerbang Tol (GT) Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.

6. Waktu pelaksanaan one way tanggal 7 Juni s.d 10 Juni 2019 dimulai pukul 12.00 WIB s.d 24.00 WIB dari KM 414 GT Kalikangkung s/d KM 70 GT Cikampek Utama dan selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65 atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan diskresi Kepolisian.

"Kami berharap dengan sosialisasi yang sudah disampaikan kepada masyarakat, maka masyarakat dapat mengatur perjalanan balik agar lebih baik lagi," kata Refdi menambahkan. (Ant)

Berita Lainnya
×
img