sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lembaga survei pemilu tak perlu survei Covid-19

Marwan Jafar mengaku, khawatir lembaga survei pemilu tiba-tiba mengolah data Covid-19, karena bisa memperkeruh suasana.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 25 Mei 2020 19:35 WIB
Lembaga survei pemilu tak perlu survei Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 64958
Dirawat 31798
Meninggal 3241
Sembuh 29919

Lembaga survei ikut mengolah data coronavirus atau Covid-19 bisa memperkeruh suasana. Anggota DPR, Marwan Jafar menyayangkan, pengamat yang sebetulnya memiliki keahlian bidang survei pemilu, kini ikut-ikutan melakukan survei terkait Covid-19.

Menurut politikus PKB itu, lembaga survei ikut-ikutan mengolah data temuan kasus yang ada. "Kami justru khawatir, pengamat yang aslinya lembaga survei pemilu tiba-tiba mengolah data soal coronavirus,  karena bisa memperkeruh suasana," ujar Marwan, di Pati, Jawa Tengah, Senin (25/5).

Menurut dia, hal itu bisa menggiring opini publik, yang seharusnya tidak dikatakan oleh seseorang sebagai kaum intelektual. Marawan meminta, dihentikan karena bisa mempengaruhi publik.

Dalam mengemas hasil surveinya agar terlihat lebih sempurna, kata dia, mereka juga memasukkan pendapat dari para pengamat internasional dan seolah-olah bersumber dari media internasional. Padahal, media internasional maupun pengamat internasional belum bisa menjamin kebenaran pendapatnya. "Untuk memastikan kebenarannya, tentu harus diteliti dan didalami lebih jauh," ujarnya.

Sponsored

Kekhawatiran lain, dibalik itu, menurut Marawan, semua ada agenda setting karena media yang berskala internasional maupun nasional punya agenda tersendiri. Sebab, dia menganggap, hal demikian tidak diperbolehkan karena dapat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Berdasar, pemberitaan di beberapa media daring, terdapat lembaga survei memprediksi wabah Covid-19 akan berakhir dalam waktu dekat. Bahkan, ada yang menyatakan dengan tingkat kepercayaan 99 persen bahwa coronavirus 99% tidak lagi menjadi masalah bagi dunia pada Juli-September 2020. Sedangkan, tercapainya  99% untuk kasus di Indonesia diperkirakan pada Juni 2020. (Ant)

Berita Lainnya