sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lewat istri Nurhadi, KPK dalami proses sewa tempat kabur

Tin Zuraida didalami pengetahuannya mengenai proses penyewaan rumah yang berlokasi di kawasan Simprug, Jaksel.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 20 Jan 2021 10:20 WIB
Lewat istri Nurhadi, KPK dalami proses sewa tempat kabur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Proses sewa tempat kabur eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono didalami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengusutan dilakukan lewat istri Nurhadi, Tin Zuraida, yang diperiksa sebagai saksi, Selasa (19/1).

Adapun pemeriksaan tersebut terkait dugaan mencegah dan merintangi proses penyidikan kasus yang menjerat Nurhadi. Pada perkara itu, lembaga antirasuah menetapkan Ferdy Yuman (FY) sebagai tersangka.

"Tin Zuraida didalami pengetahuannya mengenai proses penyewaan rumah yang berlokasi di kawasan Simprug, Jakarta Selatan (Jaksel) yang diduga turut ditempati oleh saksi disaat Nurhadi dan Rezky Herbiyono masuk dalam status DPO (daftar pencarian orang) KPK," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Rabu (20/1).

Pada kasus dan tersangka yang sama, KPK sedianya periksa Francesco Xavier Kolly Mally selaku karyawan swasta dan ketua rukun tetangga di Grogol Selatan, Jakarta. Namun, dia mengonfirmasi tak bisa hadir dan akan dijadwal ulang pemeriksaannya, Senin (25/1).

Adapun Nurhadi terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA periode 2011-2016. Bersama Rezky, dia sedang diadili di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Ferdy merupakan sopir terdakwa Rezky sejak 2017. Awal 2020 usai Nurhadi, Rezky, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto dinyatakan buron, Ferdy diminta Rezky datang ke Apartemen Dharmawangsa, Jakarta.

Sekitar Februari 2020, atas perintah Rezky, Ferdy diduga terlibat dalam perjanjian sewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekaligus menyerahkan uang sewa secara tunai sebesar Rp490 juta.

Pada bulan yang sama, Nurhadi bersama keluarganya menempati rumah tersebut. Selanjutnya, Juli 2020, Ferdy disebut juga tidak kooperatif saat penyidik komisi antisuap ingin menggeledah rumah keluarganya yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.

Sponsored

Atas perbuatannya, Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun Nurhadi dan Rezky telah didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp83.013.955.000. Diterka dari Hiendra Rp45,7 miliar lebih dan pihak-pihak lain yang sedang berperkara di pengadilan sekitar Rp37,2 miliar.

Berita Lainnya