sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Libur Nataru, ini imbauan Satgas Covid-19

Wiku meminta masyarakat yang hendak bepergian jarak jauh perhatikan tiga hal.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 17 Des 2020 17:59 WIB
Libur Nataru, ini imbauan Satgas Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat yang hendak berlibur atau bepergian ke luar kota di momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 agar menahan diri.

"Jika pilihan diambil ialah bepergian untuk berlibur, maka kita harus siap dengan risikonya. Karena terdapat lineritas antara mobilitas dan kenaikan kasus," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat konferensi pers di Istana Negara Jakarta yang disiarkan secara daring, Kamis (17/12).

Kendati demikian, Wiku menganjurkan langkah ideal agar libur tetap aman dengan cara tidak melakukan perjalanan jarak jauh. Untuk masyarakat yang memiliki rencana berlibur atau pergi ke luar kota saat momen libur panjang akhir tahun agar membatalkannya bila dalam kondisi sakit, suspek atau positif Covid-19 meski tidak memiliki gejala, berada di sekitar orang yang suspek atau positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir meski tidak menunjukan gejala, dan sedang menunggu hasil pemeriksaan Covid-19.

Selain itu, Wiku juga mengingatkan kepada warga yang ingin bepergian jarak jauh untuk memperhatikan tiga hal. Pertama, selalu mematuhi potokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Saya kembali sampaikan bahwa protokol kesehatan adalah kewajiban. Apabila anda lalai menjalankan protokol kesehatan, anda membahayakan diri sendiri dan orang di sekitar anda," tegas Wiku.

Kedua, mematuhi persyaratan perjalanan yang ditentukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Bacalah dengan saksama aturan yang telah ditetapkan untuk masing-masing daerah. Meski mungkin sulit, semua aturan yang ditetapkan secara prinsipnya dibuat untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan dalam keadaan sehat dan mencegah penularan Civid-19," terangnya.

Ketiga, mencari tahu dan memastikan kondisi Covid-19 dan fasilitas kesehatan di daerah tujuan itu memadai. Dia menganjurkan untuk menghindari perjalan ke tempat dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi dan fasilitas kesehatanya terbatas.

Sponsored

"Seperti kita ketahui bersama, kapasitas tempat tidur, ruang isolasi dan ICU Covid-19 saat ini masih terbatas, tetutama di daerah yang kasus tinggi. Jadikan ini pertimbangan agar tidak menyulitkan diri sendiri dan pemda," ujar dia.

"Bila ada keperluan yang sangat mendesak, saya harapkan pelaku perjalanan dapat melakukan perjalanan secara bertanggung jawab," pungkasnya.

Berita Lainnya