logo alinea.id logo alinea.id

LRT diusulkan gratis untuk sementara waktu

Jarak tempuh yang pendek hanya 5,6 Km dengan tarif Rp5.000 dinilai terlalu mahal.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 11 Jun 2019 16:31 WIB
LRT diusulkan gratis untuk sementara waktu

PT LRT Jakarta atau Kereta Lintas Terpadu Jakarta (LRT) melakukan uji coba pada hari ini Selasa (11/6). Anggota DPR mengusulkan agar LRT setelah melakukan uji coba, tetap gratis demi mendongkrak minat masyarakat. 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menilai, harga tiket yang harus dibayar penumpang LRT usai uji coba nanti terbilang mahal.

Sebagai informasi penumpang harus membayar Rp5.000 dengan jarak tempuh 5,6 Kilometer untuk rute Kelapa Gading-Velodrome. 

“Naik LRT cuma 5,6 Km dan bayar pasti keberatan. Malas naiknya, malas turunnya malas ke LRTnya. Jadi usul saya, digratiskan dulu sampai warga mengenal dan membutuhkan LRT," kata Ida saat dihubungi, Selasa (11/6).

Ida menilai masih banyak masyarakat yang belum mengenal LRT, makanya sebaiknya LRT digratiskan terlebih dahulu. 

Senada, Pengamat Trasnportasi Yayat Supriana mengatakan tarif LRT yang ditetapkan pemerintah saat ini kurang relevan dengan jarak yang di tempuh. Kata Yayat, jangan sampai nasibnya sama seperti LRT Palembang yang sepi. 

Yayat menilai memberikan insentif bagi penumpang LRT merupakan cara untuk memperkenalkan moda transportasi tersebut. Cara tersebut untuk menarik masyarakat berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi umum, serta mengurai kemacetan.

“Karena pada umumnya orang mau mengeluarkan biaya operasioal di bawah 10%. Jadi untuk transportasi harus di bawah 10% dari pendapatannya,” ucap dia.

Sponsored

Selain itu, Yayat menilai pembangunan LRT saat ini belum sempurna. Ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemprov DKI dalam penyempurnaan moda transportasi ini. Salah satunya dengan mengintegrasikan LRT dengan moda transportasi lainnya seperti MRT dan Transjakarta.

“LRT dengan MRT itu jauh. MRT di pusat kota. Kalau LRT konektivitasnya rendah. Masyarakat naik mau LRT juga untuk apa, kecuali mereka yang beraktifitas di sepanjang koridor Velodrome-Kelapa Gading,” ujar Yayat. 

Ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta untuk bekerja sama denga BUMN, Kementerian terkait, pemilik properti, dan instansi lainnya untuk membangun sinergi, memelihara, dan membangun keberlanjutan LRT.

Apabila tidak dijaga secara maksimal, dikhawatirkan aset besar ini justru menjadi sia-sia. Ada baiknya kata Yayat, LRT dijaga, dirawat sambil menumbuhkan minat masyarakat.