sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Luhut sebut vaksin Covid-19 akan masuk awal Desember 2020

Apabila jadwal ini berjalan dengan baik, maka Indonesia bisa menerima 30 juta hingga 40 juta vaksin tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 16 Sep 2020 15:19 WIB
Luhut sebut vaksin Covid-19 akan masuk awal Desember 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penanganan Covid-19 secara nasional berjalan semakin baik dan rapi. Dia bahkan mengatakan vaksin untuk Covid-19 akan masuk pada awal Desember tahun ini.

"Memang di awal kita banyak mengalami hambatan, tetapi sekarang sudah semakin tertib penanganannya. Untuk menghilangkan Covid-19, kita harus menunggu vaksinnya dan vaksin pertama akan masuk awal Desember. Mudah-mudahan bisa lebih cepat," kata Luhut saat memberikan sambutan dalam Launching Bangga Buatan Indonesia, Rabu (16/9).

Apabila jadwal ini berjalan dengan baik, maka Indonesia bisa menerima 30 juta hingga 40 juta vaksin tahun ini. Dengan demikian, dua bulan ke depan akan menjadi waktu kritis bagi Indonesia.

"Setelah itu, nanti kuartal I-2021 keadaan akan jauh lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021.

Erick menuturkan vaksin tersebut berasal dari hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara, seperti PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari Cina.

Sinovac sendiri telah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini, apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.

Selain itu, Erick juga menyampaikan Kimia Farma juga telah menggandeng perusahaan asal Uni Emirat Arab, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020. Kemudian, ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.

Sponsored

"Insya Allah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," tutur Erick.

Berita Lainnya
×
img