sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Massa tolak dengar pernyataan perwakilan Kemenko Polhukam

Perwakilan Menko Polhukam pun berjanji, akan menyampaikan pesan yang telah disampaikan perwakilan peserta aksi. 

Robi Ardianto
Robi Ardianto Jumat, 26 Okt 2018 15:47 WIB
Massa tolak dengar pernyataan perwakilan Kemenko Polhukam

Delegasi dari massa 'Barisan Nasional Pembela Tauhid' (BNPT) telah diterima perwakilan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Hanya saja dalam pertemuan tersebut Menteri Polhukam tidak berada di tempat. 

Serentak, massa meneriakkan kekecewaannya. Para orator dan delegasi mencoba menenangkan massa. 

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak menjelaskan telah diterima oleh perwakilan dari Kemenko Polhukam.  "Menkopolhukam sedang berada di Palu," kata Martak di atas mobil komando, Jumat (26/10). 

Mendengar ucapan itu, peserta aksi serentak meneriakkan, bohong. Martak kembali mendinginkan suasana. 

Menurutnya, ketidakberadaan Wiranto bukan karena tidak mau menemui delegasi. Namun karena dia sedang menangani bencana di Palu.  "Karena bapak Wiranto sedang menangani musibah yang terjadi di Palu. Kami berharap kesabaran, dari semua yang ada di sini," ucap Martak mencoba mendinginkan suasana. 

Dia juga mengatakan, semua pesan yang ingin disampaikan oleh seluruh delegasi sudah tersampaikan. 

Para delegasi telah menyampaikan secara detail kasus per kasus, sampai terjadinya pembakaran bendera yang terdapat kalimat tauhid itu. 

Perwakilan Menko Polhukam pun berjanji, akan menyampaikan pesan yang telah disampaikan perwakilan peserta aksi. 

Sponsored

"Tolong berikan kepercayaan kepada delegasi, agar kami bisa menindaklanjuti. Apabila tidak ditindaklanjuti, terpaksa kami akan melakukan aksi kedua," katanya. 

Sementara itu, massa menolak perwakilan dari Kemenko Polhukam ketika hendak menyampaikan pesannya dari mobil komando. Sehingga perwakilan Kemenko Polhukam tidak jadi menyampaikan pesannya.  

Rencananya, massa akan kembali melakukan aksi pada 2 November 2018, atau aksi 211.