sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rawan terpapar, masyarakat diminta tetap di rumah saat libur panjang

Protokol kesehatan lebih mudah diucapkan daripada dipraktikkan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 21 Okt 2020 19:30 WIB
Rawan terpapar, masyarakat diminta tetap di rumah saat libur panjang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Masyarakat dianjurkan tetap beraktivitas di rumah dan menahan diri untuk berekreasi saat libur panjang pada akhir Oktober 2020. Pangkalnya momentum itu menjadi peluang bertambahnya kasus terkonfirmasi coronavirus baru (Covid-19), sebagaimana masa serupa sebelumnya.

"Libur bersama juga memberi peluang untuk memunculkan kerumuman, terutama di tempat wisata. Begitu juga di tempat-tempat peristirahatan bagi yang berpergian jarak jauh. Setiap ada kerumuman dengan sendirinya memberi peluang bertambahnya kasus positif covid-19," ujar Anggota Komisi IX DPR, Lucy Kurniasari, via keterangan tertulis, Rabu (21/10).

"Karena itu, masyarakat sebaiknya tetap di rumah saja dalam mengisi libur bersama tersebut. Agar tidak jenuh, liburan di rumah dapat dilakukan dengan membuat kesibukan yang positif. Misalnya, merapihkan taman dengan menanam bunga yang lagi ngetren saat ini," imbuh dia.

Jika tetap ingin berlibur, politikus Partai Demokrat ini mengimbau masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. "Untuk itu, sebaiknya sering mencuci tangan pakai sabun atau dengan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak, dan makan makanan bergizi yang seimbang."

Sponsored

Dirinya mendorong demikian lantaran protokol kesehatan lebih mudah diucapkan daripada dipraktikkan. Dicontohkannya dengan masker yang kerap dibuka kala bertemu sahabat atau famili. "Begitu juga masalah jaga jarak, kerap jadi diabaikan," ucapnya.

"Jadi, hal yang paling aman lebih baik di rumah selama libur bersama. Sayangi keluarga dengan menahan diri tanpa keluar rumah," sambungnya.

Lucy juga meminta pemerintah tidak melaksanakan libur bersama hingga pandemi melandai. "Setidaknya sampai masyarakat Indonesia sudah diberi vaksin," tandasnya.

Berita Lainnya