logo alinea.id logo alinea.id

Masyarakat diminta tidak nilai pembangunan telah gagal

Masyarakat diharapkan optimistis dengan pembangunan yang sudah dilakukan, serta dapat memanfaatkan infrastruktur dengan baik.

Achmad Al Fiqri | Armidis Selasa, 12 Feb 2019 19:28 WIB
Masyarakat diminta tidak nilai pembangunan telah gagal

Pembangunan era Pemerintahan Jokowi untuk kebutuhan jangka panjang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak menilai pembangunan tersebut gagal.

“Jangan melihat sekarang, itu tidak visioner, tidak strategis,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2).

Hal itu ia sampaikan, untuk menanggapi berbagai kritikan yang menyebut pembangunan infrastruktur gagal. Misalkan saja sepinya pengguna kereta Light Rapid Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan dan jalan tol trans Jawa.

Menurutnya, pembangunan yang gencar dilakukan mempertimbangkan aspek populasi, dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat diharapkan optimistis dengan pembangunan yang sudah dilakukan, serta dapat memanfaatkan infrastruktur dengan baik.

Sementara Deputi II Kantor Staf Presiden KSP Yanuar Nugroho, menambahkan, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah dimaksudkan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka akses ekonomi. Hanya saja, dampak ekonomi yang diharapkan tidak bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang," Yanuar.

Dia juga membedakan fungsi pemanfaatan pembangunan infrastruktur di Jawa dengan Papua. Tol di Jawa, selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang juga untuk memperlancar akses masyarakat.

Sementara di Papua, infrastruktur seperti trans-papua dibangun untuk membuka isolasi daerah yang selama ini tertutup.

Sponsored

"Seperti yang Pak Jokowi bilang. Ini bukan soal membangun jalan, jembatan atau pelabuhan saja. Tetapi bagaimana infrastruktur itu membuka akses," kata Yanuar.

Cinta bersemi dari aplikasi

Cinta bersemi dari aplikasi

Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB