sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jaga jarak kunci utama mencegah penyebaran Covid-19

Masyarakat harus menerapkan prinsip jaga jarak dalam kehidupan sehari-hari.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 26 Mar 2020 18:03 WIB
Jaga jarak kunci utama mencegah penyebaran Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1986
Dirawat 1671
Meninggal 181
Sembuh 134

Jaga jarak dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci utama mencegah penyebaran coronavirus atau Covid-19. Menurut Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menjaga jarak adalah kunci dasar untuk melakukan pencegahan terhadap penularan.

Karena itu, dia mengimbau, masyarakat dapat menerapkan prinsip jaga jarak dalam kehidupan sehari-hari. "Mari sama-sama kita lakukan ini. Karena ini kunci yang bisa kita gunakan untuk melakukan pencegahan," kata Yuri saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/3).

Yuri menegaskan, menjaga jarak ditujukan untuk saling melindungi antara orang yang sehat dan sakit. Sebab, tidak semua orang memiliki imunitas atau daya tahan tubuh sama.

"Kami pahami, tidak semua orang memiliki daya tahan sama. Tidak semua orang memilik imunitas yang sama. Mungkin untuk sebagian saudara kita yang masih muda, daya tahan tubuhnya bagus dan imunitasnya bagus, infeksi virus ini tidak terlalu bermakna," ucapnya.

Mereka ini, kata dia, sangat memungkinkan untuk menularkan kepada orang lain. "Apabila yang tertular adalah orang tua kita, saudara kita yang memang sejak awal memiliki penyakit kronis yang mendahuluinya, maka dampaknya akan menjadi berat dan bisa berkibat fatal," papar Yuri.

Dia menerangkan, salah satu cara termudah menularkan virus ini adalah berinteraksi dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu, Yuri menekankan, masyarakat dapat menjaga jarak saat melakukan kegiatan sosial.

Sebab, kata Yuri, jika seseorang yang sehat terkena percikan ludah atau lendir seseorang yang sakit ketika bersin atau batuk dapat menjadi sarana penyebaran virus. Percikan tersebut dapat terlontar hingga radius 1,5 meter. "Jarak itu yang harus kita jaga. Lebih dari 1,5 meter ini lah yang harus kita pertahankan," papar Yuri.

Baginya, bukan tidak mungkin seseorang yang terjangkit virus terlihat sakit. Sebab, sebagian kasus yang ditemukan seseorang yang sakit nampak terlihat sehat. Seorang yang terjangkit tidak juga berasal dari daerah yang rawan penyebaran Covid-19, seperti Jakarta.

Sponsored

"Tidak ada satu garansi berasal dari daerah yang banyak terjangkit Covid-19 tidak membawa virus ini. Karena itu, ini menjadi dasar untuk kita jaga jarak," tegas Yuri.

"Saling mengingatkan siapa pun di sekitar kita dan kita juga mau diingatkan siapa pun di sekitar kita untuk mematuhi ini," tambahnya.

Berita Lainnya