sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masyarakat khawatir tertular Covid-19 saat new normal

Pemerintah memutuskan kenormalan baru demi penyelamatan ekonomi.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 12 Jul 2020 21:41 WIB
Masyarakat khawatir tertular Covid-19 saat <i>new normal</i>
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Sebesar 60,5% masyarakat disebut merasa cemas tertular coronavirus baru (Covid-19) saat pemerintah menerapkan kenormalan anyar (new normal) di tengah pandemi. Demikian hasil survei Alvara Research Center, dirilis Minggu (12/7).

"Tingkat kecemasan tertular itu juga masih tertinggi. Kekhawatiran untuk tertular di masa new normal itu masih tinggi," ujar CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, dalam diskusi daring, beberapa saat lalu.

Sedangkan yang sedikit cemas dan tidak sama sekali hanya 37,7%. Sisanya tidak menjawab/tidak tahu.

Meski demikian, terdapat dilema di tengah masyarakat. Apakah memprioritaskan kesehatan dengan tetap di rumah atau mengutamakan aktivitas ekonomi.

"Dilema itu terutama dirasakan pada masyarakat menengah ke bawah. Alasan utamanya, adalah karena takut kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Pertimbangan berikutnya, cemas tidak bisa membayar cicilan (27,3%) dan kehabisan bahan makanan (20,5%).

Survei melibatkan 1.225 responden di seluruh Indonesia dengan metode daring (online) dan wawancara via telepon pada 22 Juni-1 Juli 2020. Rerata simpangannya (margin of error) sekitar 2,86%.

Pemerintah memutuskan menerapkan kenormalan baru, dengan memperkenankan sejumlah aktivitas bergeliat kembali, saat pandemi belum mencapai puncaknya. Penyelamatan ekonomi menjadi alasan utamanya.

Sponsored
Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Minggu, 02 Agst 2020 16:26 WIB
Berita Lainnya