logo alinea.id logo alinea.id

Megawati ingatkan Ganjar soal potensi gempa di Semarang 

Ada jalur sesar aktif di daerah Semarang yang searah dengan jalur Kali Garang.

Robi Ardianto Jumat, 11 Jan 2019 18:54 WIB
Megawati ingatkan Ganjar soal potensi gempa di Semarang 

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengingatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mempelajari soal kawasan Kendeng untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam.

Megawati mengatakan demikian menanggapi soal bencana alam yang terjadi secara beruntun di Indonesia belakangan ini. Dengan begitu, kata Mega, perlu bagi kepala daerah untuk mempelajari soal mitigasi bencana. 

“Seperti Pak Ganjar itu ada sesar di Semarang. Juga Kendeng dan sebagainya. Monggo nanti diamati dengan baik dilihat titik-titik merahnya yang berbahaya, dan harus bagaimana upaya untuk mengurangi korban yang ada," kata Megawati dalam acara penutupan Rakornas PDI Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (11/1).

Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan, memperlihatkan adanya jalur sesar aktif di daerah Semarang yang searah dengan jalur Kali Garang. Adapun lembah sungai Kali Garang merupakan jalur sesar akif sejak zaman Tersier dan Kuarter dengan kedudukannya sekarang berada pada N179oE/55o. Selain itu, sesar aktif tersebut juga melintas sepanjang Kali Garang dari utara mulai daerah Gajahmungkur sampai Gunung Swakul di bagian selatan.  

Tak hanya Ganjar, dalam kesempatan tersebut Megawti juga mengajak kepada kader lainnya terutama yang menjadi kepala daerah untuk mempelajari mitigasi bencana. Menurutnya, mitigasi bencana penting lantaran Indonesia berada di antara ring of fire atau cincin api.

“Wilayah kita ini (Indoneaia) adalah wilayah yang mau tidak mau, suka atau tidak suka disebut ring of fire, atau berada di dalam cincin api yang semuanya masih bergerak,” ujar Mega. 

Untuk mempelajari mitigasi bencana, Mega menyarankan agar para kepala daerah bekerja sama dengan Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi.

Dengan kerja sama itu diharap pemerintah daerah mengetahui titik-titik lokasi mana saja yang berpotensi terjadinya bencana, sehingga kepala daerah paham cara menyelamatkan warga yang daerahnya mengalami bencana.

Sponsored