sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Membangun literasi perlu kolaborasi

Lebih dari 8 juta penduduk Indonesia buta aksara.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Senin, 07 Sep 2020 22:30 WIB
Membangun literasi perlu kolaborasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Riset Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 2019 mencatat lebih dari 200 ribu anak mengalami putus sekolah per tahun.

Selain itu, lebih dari 4.1 juta anak putus sekolah, dan lebih dari 8 juta penduduk buta aksara. Hal ini masih menjadi PR bersama untuk meningkatkan literasi generasi bangsa.

Widyaprada ahli utama Kemendikbud, Haris Iskandar menyatakan, literasi dalam pengertian kemampuan dasar baca, tulis dan hitung (calistung) masih menjadi isu global, utamanya di negara-negara E-9 atau sembilan negara berpenduduk terpadat didunia, termasuk Indonesia.

“Indonesia harus move on untuk tantangan literasi berikutnya,” ujar Haris pada seminar Gotong Royong Mendukung Gerakan Literasi di Indonesia, Senin (7/9).

Menurutnya, literasi tidak lagi hanya sekadar kemampuan calistung, apalagi dikotomi antara buta aksara vs melek aksara. Namun, menyangkut kecakapan memahami teks dan mengaplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat bukanlah perkara instan. Hal ini memerlukan kolaborasi melalui pembangunan ekosistem pendidikan yang baik.

Misalnya, dengan melibatkan sektor swasta dalam penyenggaraan pendidikan di Indonesia. Pasalnya, 56% SMP dan 67% SMA diselenggarakan pihak swasta.

Selain itu, jelas dia, peningkatan gerakan literasi dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kompetensi.

Sponsored

“Pemahaman atau pengaplikasian dan medianya, literasinya, bukan hanya sekedar text, melainkan bisa berbasis digital,” tambah Haris.

Apalagi, jelas dia, di tengah pandemi Covid-19 saat ini di mana siswa bergeser ke daring, "Kita langsung dipaksakan untuk belajar mengenai teknologi. Covid-19 ini selain wabah, tapi bisa memberikan hikmah bagi kita,” kata Haris.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya