sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menag: Pemulangan WNI eks ISIS belum pasti

"Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 04 Feb 2020 20:57 WIB
Menag: Pemulangan WNI eks ISIS belum pasti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah masih melakukan kajian terhadap rencana pemulangan warga negara Indonesia, yang menjadi mantan anggota kelompok teroris ISIS. Karena itu, belum ada kepastian mereka akan dipulangkan ke tanah air. 

"Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait, di bawah koordinasi Menkopolhukam. Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak positif maupun negatifnya," kata Fachrul di Jakarta, Selasa (4/2).

Dia mengatakan, ada sejumlah pihak yang melakukan kajian terkait hal ini. Salah satunya adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, yang menggarisbawahi pentingnya upaya pembinaan apabila mantan ISIS tersebut kembali ke Indonesia. 

Menurut Fachrul, pembinaan bukan hal mudah dilakukan kepada para mantan ISIS. Sebab mereka sudah terpapar paham yang sangat radikal.

Pemerintah, kata dia, juga bersinergi dengan berbagai unsur seperti lembaga swadaya masyarakat dan ormas keagamaan, untuk membahas kemungkinan pemulangan WNI mantan ISIS. Kementerian Agama juga terus menggerakkan penguatan moderasi beragama dan toleransi. 

"Semua kita ajak dan bina untuk mendekat pada titik gravitasi kesetimbangan, berupa moderasi beragama. Semoga, hal ini juga bisa dilakukan kepada para mantan ISIS jika mereka akan dipulangkan," katanya.

Sebelumnya, Fachrul menyebut ada 600 WNI eks ISIS yang masih berada di Timur Tengah. Meski demikian, pemerintah belum memastikan waktu pemulangan para mantan pendukung ISIS itu.

Di sisi lain, kata Fachrul, ratusan orang tersebut sebagian besar telah membuang dan membakar paspor Indonesia yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka sebenarnya sudah tak lagi menyandang status WNI. Untuk memulangkan mereka, pemerintah akan memastikan ratusan orang itu telah meninggalkan ideologi ISIS.

Sponsored

Menurut Fachrul, ratusan eks ISIS itu meminta dipulangkan ke tanah air dengan alasan kemanusiaan. Sebab, saat ini mereka dalam keadaan terlantar di Timur Tengah. (Ant)

Berita Lainnya