sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mengkhawatirkan, 3 provinsi miliki persentase tertinggi tolak vaksinasi

Jawa Tengah miliki persentase terendah penolakan vaksinasi sebanyak 20%.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 23 Mar 2021 23:21 WIB
Mengkhawatirkan, 3 provinsi miliki persentase tertinggi tolak vaksinasi

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat, warga di tiga provinsi memiliki persentase tertinggi dalam menolak vaksinasi Covid-19. Ketiga wilayah tersebut dalah DKI Jakarta sebanyak 33%, Jawa Timur 32%, dan Banten 31%. 

SMRC juga mencatat Jawa Tengah (Jateng) persentase terendah penolakan vaksinasi sebanyak 20%. “Ini temuan yang mengkhawatirkan, mengingat DKI adalah daerah yang yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Indonesia,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saar merilis survei bertajuk 'Satu Tahun Covid-19: Sikap dan Perilaku Warga terhadap Vaksin' di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Tingginya tingkat penolakan terhadap vaksin di DKI Jakarta, lanjut Deni, tampaknya sejalan dengan persepsi tentang keamanan vaksin. Tak hanya di DKI Jakarta, persentase warga yang tidak percaya vaksin Covid-19 dari pemerintah aman mencapai 31% di Sumatra. Namun, hanya 19% warga Jawa Tengah yang tidak percaya vaksin dari pemerintah aman.

Dari aspek demografi dan gender, SMRC menemukan persentase warga warga laki-laki yang menyatakan tidak bersedia divaksin sebanyak 33%, lebih tinggi dari perempuan sebanyak 26%. Dari sisi usia, persentase warga berusia di bawah 25 tahun yang menyatakan tidak bersedia divaksin sebanyak 37%, lebih tinggi dari kelompok usia 26-40 tahun sebanyak 28%, 41-55 tahun 23%, dan lebih dari 55 tahun sebanyak 33%.

Sponsored

Sedangkan dari sisi pendidikan, persentase warga berpendidikan maksimal SD yang menyatakan tidak bersedia divaksin sebanyak 34%, lebih tinggi dibandingkan kelompok berpendidikan tertinggi SMP 26%, dan SMA 29%.

Dari sisi etnisitas, persentase terbesar etnik warga yang tidak mau divaksin adalah Madura tercatat 58% dan Minang 43%. Sedangkan yang paling tinggi persentase bersedia divaksin adalah Batak 57% dan Jawa 56%. Sedangkan dari sisi agama, persentase warga muslim yang tidak bersedia divaksin 31%, lebih tinggi dari non-muslim 19%.

Survei tersebut dilakukan pada periode 28 Februari 2021 hingga 8 Maret 2021, mencakup semua provinsi di Indonesia. Survei itu menggunakan metode wawancara tatap muka dengan melibatkan 1220. Responden dipilih secara acak dengan margin of error 3,07%.

Berita Lainnya