sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menhan Prabowo kunjungi Natuna cek observasi coronavirus

Prabowo Subianto juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas pangkalan militer di lokasi tersebut.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 05 Feb 2020 14:57 WIB
Menhan Prabowo kunjungi Natuna cek observasi coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi ratusan warga negara Indonesia yang tengah menjalani karantina dan ibservasi coronavirus di Natuna, Kepulauan Riau. Selain itu, Prabowo juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas militer yang ada di wilayah tersebut.

Juru bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo datang ke Natuna bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengunjungi Natuna bersama Menkes RI. Menhan mengecek penanganan masa observasi terhadap 238 WNI yang baru dijemput dari Wuhan beberapa waktu lalu," kata Dahnil melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (5/2).

Namun, kata Dahnil, mantan Danjen Kopassus itu meminta maaf karena tidak bisa melakukan kontak langsung dengan ratusan orang yang tengah menjalani observasi tersebut. Ini karena prosedur karantina dan observasi coronavirus sangat ketat dan tidak mengizinkan kontak langsung dengan orang sehat.

"Karena aturan yang ketat selama masa observasi tidak diizinkan kontak langsung. Beliau (Prabowo) hanya bisa menyapa dari dalam bus," ucap Dahnil.

Terdapat 237 orang berkebangsaan Indonesia, ditambah suami salah satu WNI tersebut yang merupakan warga asing yang tengah menjalani proses observasi. Selain itu, ada lima orang anggota Tim Aju KBRI Beijing yang juga menjalani observasi di lokasi yang sama. Mereka ditempatkan di Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada Minggu (2/2). 

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga melakukan pengecekan terhadap kelayakan pangkalan militer di lokasi tersebut. Ihwal itu karena markas tentara di sana dijadikan tempat karantina dan observasi WNI.

Proses observasi dilakukan selama 14 hari di RS TNI Terintegrasi Tingkat III, yang berada di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad. Fasilitas tersebut disiapkan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sponsored

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menjamin pemulangan 238 WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, dilakukan dengan aman. Mahfud pun memastikan proses observasi di lokasi tersebut tidak akan membahayakan masyarakat yang ada di Natuna, Kepulauan Riau.

Selain itu, Mahfud menegaskan jaminan masyarakat Natuna aman ditandai dengan berkantornya Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto di lokasi tersebut. Terawan akan berada di lokasi karantina selama proses observasi berlangsung.

"Di samping menjamin secara resmi, Bapak Menteri Kesehatan (Terawan) tadi mengatakan menjaminkan badannya itu, menjaminkan badannya untuk bertindak lebih dulu dibandingkan dengan yang lain. Misalnya, dalam menghadapi risiko-risiko itu, jadi lebih tinggi daripada sekadar menjamin," kata Mahfud dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/2).

Berita Lainnya