logo alinea.id logo alinea.id

Menhub minta evakuasi KRL anjlok dikebut

Evakuasi diharapkan selesai malam ini dan operasional KRL tidak terganggu.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 10 Mar 2019 18:53 WIB
Menhub minta evakuasi KRL anjlok dikebut

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung lokasi anjloknya kereta listrik (KRL) jurusan Bogor-Jatinegara di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3) sekira pukul 13.00 WIB. Usai meninjau lokasi kecelakaan, Budi meminta agar evakuasi KRL yang anjlok dikebut.

"Proses evakuasi terhadap gerbong akan kita lakukan segera. Malam ini kita akan bekerja untuk evakuasi gerbong ditarik dan memperbaiki jalur. Kita harapkan malam ini selesai dan besok sudah beroperasi kembali," ujar Budi kepada wartawan di Bogor. 

Budi pun meminta maaf atas anjloknya kereta Commuter KA bernomor 1722 itu. "Hari ini kita mengalami satu musibah anjloknya KRL. Saya meminta maaf atas kejadian ini. Namun demikian, kami informasikan bahwa pelayanan KRL dari Jatinegara sampai stasiun Cilebut masih ada," tutur Budi.

Budi menambahkan, bahwa masyarakat yang mau pulang ke Bogor masih memungkinkan untuk menggunakan KRL sampai Cilebut atau sebaliknya. "Kemudian bisa melanjutkannya dengan menggunakan angkutan umum lainnya," kata Budi.

Berdasarkan laporan yang diterima Alinea.id, crane yang digunakan sebagai alat untuk mengevakuasi gerbon kereta telah diberangkatkan dari Stasiun Bandung sejak pukul 12.27 WIB. 

Usai meninjau lokasi kecelakaan, Budi menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Sakit Salak untuk menemui para penumpang yang mengalami luka-luka.

"Tadi saya bicara dengan Dokter Sarah (Dokter RS Salak). Ada 9 orang yang sudah ditangani. Dari 9 orang itu, dua orang dirujuk ke rumah sakit lain untuk melakukan CT scan. Dokter Sarah menyampaikan tidak ada luka yang parah, bahkan sudah ada yang pulang," katanya. 

Tercatat jumlah korban luka ringan mencapai 14 orang. Mayoritas korban mengalami luka-luka ringan akibat terkena benturan. Budi menegaskan biaya perawatan penumpang akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KAI dan Kemenhub. 

Sponsored

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, sampai saat ini penyebab anjloknya KRL masih dalam tahap identifikasi.  "Kami tadi juga ingin menemui masinis, tapi dokter bilang belum bisa diajak bicara. Semoga semua penumpang yang mengalami luka-luka bisa recovery dengan cepat," ujarnya.