sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes harap tenaga medis tak sangsikan vaksinasi Covid-19

Edukasi terhadap vaksin Covid-19 di masyarakat masih perlu dilakukan secara masif.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 09 Jan 2021 13:19 WIB
Menkes harap tenaga medis tak sangsikan vaksinasi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menilai, vaksinasi sangat bersinggungan dengan kepercayaan masyarakat. Dia memastikan, pemerintah telah memastikan segala sesuatunya tentang program vaksinasi telah dipastikan agar tidak merusak kepercayaan publik.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan bantuan seluruh pihak, terutama para ahli kesehatan di bidangnya masing-masing, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19.

"Vaksinasi ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga kita, untuk orang-orang di sekeliling kita, untuk seluruh masyarakat. Untuk itu, saya mengetuk hati Ibu/Bapak semua, mudah-mudahan kita mau melakukan itu," katanya dalam webinar, Sabtu (9/1).

Ditambahkan Budi, tenaga medis adalah pihak yang diharapkan tidak pernah meragukan program vaksinasi. Ketentuan vaksin pertama akan diberikan kepada tenaga medis, menurutnya, merupakan bentuk menjaga tenaga medis sebagai pihak terpenting dalam penanganan Covid-19.

Sponsored

"Sampai saat ini yang meninggal tenaga medis sudah 500-an. Saya ibarat pimpinan, saya tidak mau tentara-tentara saya mati duluan karena yang paling dekat berhadapan dengan virus itu sendiri. Jadi, saya harus melindungi orang-orang ini," ucapnya.

Ahli penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Arto Yuwono Soeroto, menyatakan hal serupa, para ahli lebih didengar publik tentang vaksinasi Covid-19. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat juga harus dilakukan secara masif.

"Memang dalam hal edukasi, masyarakat lebih banyak mendengar para ahli dibandingkan dengan pejabat publik," ujarnya.

Berita Lainnya