sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes upayakan ketersediaan vaksin Covid-19 lebih cepat

Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan selesai dalam waktu 15 bulan. Tapi, Presiden Jokowi meminta bisa selesai dalam 12 bulan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Kamis, 14 Jan 2021 20:35 WIB
Menkes upayakan ketersediaan vaksin Covid-19 lebih cepat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

Pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin lebih cepat sehingga program vaksinasi Covid-19 bisa selesai lebih cepat. Hal tersebut dikatakan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.

"Kami minta Biofarma negosiasi ke produsen-produsen vaksin agar kami bisa mendatangkan vaksin lebih cepat dan bisa selesai dalam 12 bulan. Sampai saat ini vaksinasi masih dijadwalkan 15 bulan," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR, melalui akun Youtube DPR RI di Jakarta, Kamis (14/1).

Dia mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan selesai dalam waktu 15 bulan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bisa selesai dalam 12 bulan.

Menurut Budi, ketersediaan vaksin menjadi kendala dan tantangan untuk bisa menyelesaikan vaksinasi dalam waktu 12 bulan yang diminta Presiden Jokowi.

Terkait pengadaan vaksin Covid-19 produksi Sinovac China, dia mengaku, sudah mengajukan anggaran untuk impor kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rp20,9 triliun.

"Anggarannya sudah kami masukkan, baru Rp20,9 triliun. usulan anggaran baru ini hanya untuk vaksin Sinovac karena memang yang lainnya angkanya belum sempat masuk dari Biofarma," tuturnya.

Kemenkeu telah memberikan perkiraan anggaran program vaksinasi Rp66 triliun hingga Rp75 triliun. Selain itu, Indonesia juga bisa mendapatkan vaksin secara gratis dari Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) COVAX Facility.

Budi berharap, Indonesia bisa mendapatkan jatah vaksin gratis tersebut secara maksimal. Diperkirakan Indonesia bisa mendapatkan vaksin dari GAVI hingga 108 juta dosis.

Sponsored

"Karena itu, kami memaksa memasukkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai Co-Chair GAVI dan sudah berhasil. Mudah-mudahan bisa mendapatkan sebanyak mungkin vaksin gratis dari GAVI," tandasnya.

Berita Lainnya