sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko PMK: 15 dari 1000 orang menderita penyakit jantung

Penyakit jantung meski tidak menular menjadi ancaman dunia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 13 Jun 2021 10:36 WIB
Menko PMK: 15 dari 1000 orang menderita penyakit jantung

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia dan masuk kategori penyakit tidak menular. Dia menerangkan, penyakit tidak menular juga menjadi ancaman dunia (global threat).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung di Indonesia sebesar 1,5%. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Instalasi Kateterisasi Jantung dan Pembuluh Darah (Cath Lab) di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (12/6).

"Setidaknya 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung. Demikian juga di Provinsi Jawa Timur. prevalensi penyakit jantung sebesar 1,5% di mana 2-3 dari 1000 orang menderita penyakit jantung," ujarnya.

Menko Muhadjir menuturkan, saat ini tren epidemiologi juga telah bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan jantung. Karena itu, ia berharap keberadaan laboratorium kateterisasi jantung di RS Siti Khodijah akan sangat bermanfaat dalam penanganan penyakit jantung di wilayah Jawa Timur.

"Jadi saya sudah lihat alatnya, ini adalah alat produksi mutakhir. Fungsinya sangat multifungsi. Tidak hanya untuk usia dewasa tapi juga untuk anak-anak dan juga bisa untuk penyakit saraf," tuturnya.

Muhadjir berpesan pada pengelola RS Siti Khodijah untuk tidak berhenti berinovasi dalam memajukan pelayanan kesehatan yang ada. "Jangan berhenti berinovasi mendiscover pada Cath Lab saja. Perkembangan teknologi kesehatan harus terus diikuti dan diadopsi kalau memang perlu," pesannya.

Kemudian, Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron, mengharapkan peningkatan fasilitas juga akan meningkatkan manfaat RS Khodijah bagi masyarakat.

Menurut dia, Heart Care merupakan salah satu layanan unggulan RS Siti Khodijah. Fasilitas Cath Lab sudah dikembangkan sejak tiga tahun terakhir. Ia mengatakan, alat tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan antrean pasien di poli jantung, yang setiap harinya sekitar 100-150 pasien.

Sponsored

Selain itu, alat mutakhir ini memiliki tiga fungsi sekaligus, yakni mendiagnosa jantung dewasa, jantung anak, dan otak. Cath Lab dinilai punya keberhasilan tinggi, yaitu sekitar 95% dalam menangani penyumbatan darah besar atau kecil. "Sehingga bisa membantu ikhtiar menyelamatkan pasien gejala stroke. Terutama stroke dalam masa golden period sekitar 8 jam," ucap dia.

Berita Lainnya