sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko PMK: Sarung dapat menjadi busana resmi Indonesia

Selama ini, sarung sudah menjadi busana resmi sehari-hari, seperti di lingkungan pondok pesantren

Hermansah
Hermansah Senin, 04 Mar 2019 02:03 WIB
Menko PMK: Sarung dapat menjadi busana resmi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat dalam upaya pelestarian sarung sebagai salah satu model pakaian resmi Indonesia.

Menko Puan mengatakan, sarung dapat menjadi busana resmi untuk nasional yang dapat dikenakan paling tidak satu kali dalam seminggu.

"Selain batik, sarung tentu bisa jadi pilihan lain dalam kita berbusana resmi. Sarung juga bisa dipadupadankan dengan busana lain," katanya, Minggu.

Selama ini, sarung sudah menjadi busana resmi sehari-hari, seperti di lingkungan pondok pesantren, selain untuk menjalankan ibadah sholat dan kegiatan lain di masjid.

Menurut Puan, sarung adalah kekayaan Indonesia yang hampir setiap daerah memilikinya.

"Dengan memakai sarung, kita bisa bangga sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Indonesia di samping memang dapat mengangkat penghasilan para perajin dan pelaku UMKM yang memproduksi sarung. Ini yang harus selalu kita dukung," tambahnya.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Festival Sarung Indonesia IGK Manila mengatakan sarung merupakan salah satu budaya dan memiliki sejarah panjang yang menyertai bangsa ini.

Hampir di berbagai pelosok Indonesia menggunakan sarung untuk berbagai keperluan baik ritual ibadah, upacara adat ataupun busana sehari-hari.

Sponsored

Sementara Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah dan Aneka (IKM) Kemenperin Gati Wibawanngsih, mengatakan, sarung telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan dan menjadi identitas bangsa, penggunaannya untuk busana harian, ibadah, upacara keagamaan dan pesta.

Gati menambahkan, Kemenperin mengangkat sarung sebagai new lifestyle. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan sarung dapat lebih luas dan fashionable. “Kami berharap penggunaan sarung oleh masyarakat semakin meningkat karena hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan industri tekstil dan khususnya industri sarung,” imbuhnya.

Sarung sebagai new lifestyle adalah sebuah konsep yang menjadikan sarung sebagai sebuah produk fesyen yang tidak hanya digunakan saat beribadah, namun juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari baik formal maupun informal, laki-laki maupun perempuan dengan berbagai gaya bebatan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin menggandeng para desainer dan membuat tutorial cara penggunaan berbagai style sarung yang sudah bisa dilihat di laman Youtube dan media social: @ditjenikma.

Indonesia memiliki potensi industri sarung yang sangat besar. Industri sarung dibuat oleh industri skala kecil, menengah dan juga besar. Berdasarkan data Kemenperin, jumlah industri kecil dan menengah produsen sarung mencapai 16.152 unit usaha yang berlokasi di dalam maupun di luar sentra IKM. Jumlah sentra IKM yang memproduksi sarung sebanyak 389 yang tersebar di 17 Provinsi, seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan. Sementara industri sarung skala besar sebanyak 45 unit usaha. (ant)

Berita Lainnya