sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menteri Ida bertahan, KSPI: Reshuffle tak beri secercah harapan

Bagi KSPI, kinerja Ida Fauziyah jeblok karena "buta" dunia ketenagakerjaan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 28 Des 2020 12:30 WIB
Menteri Ida bertahan, KSPI: <i>Reshuffle</i> tak beri secercah harapan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menganggap, perombakan Kabinet Indonesia Maju tidak memberikan dampak positif apa pun. Pun tak menumbuhkan optimisme dalam menjawab tantangan isu Covid-19, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

“Enam orang yang di-reshuffle ditambah lima wakil menteri (wamen) tidak memberikan jawaban atau memberikan secerca harapan terhadap tiga isu tadi,” ujar Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam telekonferensi, Senin (28/12).

Semestinya, menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. lantaran berkinerja buruk. "Sangat jeblok dan tidak memahami dunia ketenagakerjaan."

"Ini tanpa kepentingan apa pun, ya. KPSI hanya melihat kinerja menaker," sambung dia.

Menaker Ida Fauziyah kerap menjadi sasaran kritik kelompok buruh. Misalnya, saat mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020, di mana meminta kepada kepala daerah menyesuaikan penetapan upah minimum 2021 dengan nilai tahun sebelumnya.

KSPI lantas mendesak gubernur mengabaikan SE tersebut. Pasalnya, akan memicu aksi perlawanan buruh karena tidak ada kenaikan upah minimum dan penolakan UU Ciptaker. Pun kebijakan dianggap nirempati terhadap nasib pekerja dan hanya mengakomodasi kepentingan pengusaha.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) dari unsur serikat pekerja, Mirah Sumirat, membantah mengeluarkan rekomendasi upah minimum 2021 tidak naik. Pun menampik ada persetujuan dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Harris Suites Puri Mansion, Jakarta, 15-17 Oktober 2020.

Dirinya lalu mempertanyakan peran negara dalam melindungi pekerja. Baginya, Ida Fauziyah yang lebih cocok disebut menteri pengusaha.

Sponsored

Presiden melantik dan mengambil sumpah para menteri dan wakil menteri (wamen), beberapa hari lalu. Keenam menteri itu, yakni Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Tri Rismaharini (Menteri Sosial), M. Lutfi (Menteri Perdagangan), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), serta Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Sedangkan kelima wamen yang dilantik, yaitu Muhammad Herindra (Wakil Menteri Pertahanan), Edward Omar Sharif Hiariej (Wakil Menteri Hukum dan HAM), Dante Saksono Harbuwono (Wakil Menteri Kesehatan), Harvick Hasnul Qolbi (Wakil Menteri Pertanian), serta Pahala Nugraha Mansury (Wakil Menteri BUMN).

Berita Lainnya