sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menteri PANRB larang ASN mudik

ASN yang melanggar dan tetap mudik pada lebaran tahun ini akan diberi sanksi.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 07 Apr 2020 09:56 WIB
Menteri PANRB larang ASN mudik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tjahjo Kumolo menginstruksikan agar aparatur sipil negara atau ASN, tidak mudik atau pergi ke luar daerahnya di tengah pandemi Covid-19. ASN yang melanggar akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Dalam Surat Edaran MenPANRB Nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan atas SE MenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan Kegiatan Mudik Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, disebutkan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran coronavirus di tanah air.

Dengan mengurangi mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain, risiko penularan Covid-19 diharapkan dapat berkurang.

"Aparatur sipil negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik lainnya sampai dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dinyatakan bersih dari Covid-19," demikian tercantum dalam surat edaran yang dikutip Alinea.id di Jakarta, Selasa (7/4).

Meski demikian, aturan tersebut masih memberikan kesempatan bagi ASN untuk bepergian ke luar daerah dalam kondisi mendesak. Namun hal ini harus diketahui dan mendapat izin dari atasan masing-masing. 

Pejabat pembina kepegawaian atau PPK di masing-masing kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, diminta melakukan pengawasan untuk memastikan setiap ASN melaksanakan aturan tersebut. 

Pelanggar akan diberikan sanksi disiplin, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, PP Nomor 30 Tahun 2019, dan PP Nomor 49 Tahun 2018.

Kebijakan ini sedikit melenceng dari keputusan Presiden Joko Widodo. Meski juga mengimbau agar masyarakat tidak mudik pada libur lebaran tahun ini, Presiden tak memberikan larangan warga untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

Sponsored

Keputusan Presiden sempat menuai kritik karena dinilai bertolak belakang dengan upaya pencegahan penularan coronavirus yang selama ini dilakukan.

Hingga Senin (6/4), terdapat 2.491 kasus positif Covid-19 di tanah air. Dari jumlah itu, 209 orang meninggal dunia dan 192 lainnya dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dengan isolasi di rumah sakit rujukan.

Berita Lainnya