sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menyebar via udara, masyarakat diminta hindari keramaian

Berdasarkan laporan WHO, Covid-19 dapat menyebar melalui udara.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 12 Jul 2020 20:28 WIB
Menyebar via udara, masyarakat diminta hindari keramaian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Masyarakat diimbau waspada dan tidak panik terkait risiko penularan coronavirus baru (Covid-19) melalui udara atau aerosol (airborne). Sebaiknya menghindari keramaian, baik di tempat tertutup maupun terbuka dan selalu mengenakan masker.

Selain itu, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menganjurkan masyarakat menciotakan ruangan dengan sirkulasi udara baik. Membuka jenderal sesering mungkin, misalnya.

"Tetap jaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan. Selalu terapkan jaga jarak pada aktivitas sehari-hari," imbuh Ketua Pengurus Harian PDPI, Agus Dwi Susanto, via keterangan tertulis, Minggu (12/7).

Anjuran disampaikan PDPI menyusul terbitnya laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di mana SARS-CoV-2–penyebab Covid-19–dapat menular melalui udara. Berdasarkan laporan itu, transmisi via udara dapat mencapai jarak hingga satu meter lebih dan bertahan lama.

Sponsored

Kemudian, penularan melalui tetesan kecil (droplet) berpotensi terjadi dalam jarak kurang dari satu meter, tetapi tidak bertahan lama di udara. Risiko ini berimplikasi terhadap cara pencegahan dan pengendalian lantaran transmisi aerosol dan droplet berbeda.

Merujuk penelitian yang dilakukan di lingkungan fasilitas kesehatan (faskes) tempat pasien Covid-19 dirawat dan tak dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol, dilaporkan keberadaan RNA SARS-CoV-2 pada sampel udara. Namun, penelitian lain yang sama, baik di faskes maupun nonfaskes, hasilnya berbeda.

Dalam sampel yang ditemukan virus, kuantitas yang terdeteksi dalam jumlah yang sangat kecil dalam volume udara yang besar. Pun pada suatu studi menemukan virus di sampel udara dalam kondisi belum bisa bereplikasi.

Berita Lainnya