sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Meski Prabowo Menhan, Gerindra tetap kritis pada Jokowi

Gerindra akan tetap kritis kepada pemerintah meskipun Prabowo Subianto sebagai ketua umumnya dipilih Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Sabtu, 26 Okt 2019 20:31 WIB
Meski Prabowo Menhan, Gerindra tetap kritis pada Jokowi

Wakil Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Hendarsam Marantoko mengatakan Gerindra akan tetap kritis dan akan terus mengawal berjalannya pemerintah meskipun Prabowo Subianto sebagai ketua umumnya dipilih Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Menurutnya, meski Prabowo sudah menjadi Menhan, Gerindra tidak akan menjadi mitra koalisi yang kompromistis. Hal itu karena bersatunya Jokowi dan Prabowo dalam satu pemerintahan lebih karena presiden Jokowi memiliki visi dan misi yang sesuai dengan Gerindra. 

"Kami tidak akan menjadi mitra koalisi yang yes man, karena kita bersatu dalam pemerintahan Jokowi ini karena prinsip dan nilai, bila prinsip sama, kita akan tetap satu rel, jadi bukan berkoalisi artinya seluruh jiwa raga kita serahkan ke pemerintah," kata Hendarsam saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (26/10).

Hendarsam menjelaskan, dengan bergabungnya Prabowo bukan berarti justru akan memperjuangkan visi misi yang berbeda dengan presiden. Bahkan, ia menjamin bahwa Prabowo akan menjalankan tugasnya dengan baik sebagai menteri pertahanan.

"Karena Prabowo sebagai seorang prajurit, patriot dan terbiasa ada atasan, karena prajurit itu hampir seluruh hidupnya itu memang selalu ada atasan, jadi itu bukan kultur yang baru bagi Prabowo dan itu pasti akan selalu dilaksanakan," katanya. 

Menurutnya Prabowo tidak mungkin mengabaikan kepercayaan Presiden Jokowi terhadap dirinya. Bahkan, Presiden Jokowi pun menurutnya berbeda cara dalam memperkenalkan Prabowo dibanding menteri lainnya. Jokowi percaya bahwa Prabowo lebih tahu tugas dan perannya di Kemenhan. 

Wakil menteri

Sementara itu, Hendarsam mengatakan Prabowo tidak keberatan dengan ditunjuknya Wahyu Sakti Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Sponsored

"Oh tidak kalau saya melihatnya, Wahyu Trenggono itu merupakan pelengkap dari Prabowo, bahkan mungkin bisa menunjang pekerjaan Prabowo sebagai Menhan," kata dia.

Menurut dia, Prabowo pun sangat menyambut baik mantan Bendum TKN tersebut. Ia Mengklaim, dari beberapa pertemuan yang ada, chemistry keduanya terbangun sangat baik. "Bahkan Prabowo sudah bercanda 'nanti, kamu yang kerja saya yang tidur'," katanya. 

Prabowo, kata dia, justru memberikan kepercayaan yang besar kepada Wamennya. Bahkan, ia menilai Wahyu juga sudah sangat nyaman dengan pernyataan awal Prabowo terhadap dirinya. 

"Kadang-kadang orang, pertama kali ketemu sudah kasih barrier jarak, batasan, ini gue, ini elu, nah Prabowo dengan kenegarawanan beliau, beliau buka diri untuk hal itu, bahwa visi misi Presiden Jokowi itu harus dikedepankan," ucap Hendarsam. 

Sebelumnya Desmon Mahesa menyebut Prabowo tidak happy dengan ditunjuknya Wahyu Saktri Trenggono sebagai Wamenhan. Hal itu karena Wahyu tidak memiliki latarbelakang militer.

Menurutnya, Wamenhan mestinya diduduki oleh sosok yang memahami dunia militer dan pertahanan untuk membantu kerja Prabowo sebagai Menhan.  Pengalaman Wamenhan sebagai militer juga berguna untuk dapat menuntaskan permasalahan yang belum dituntaskan oleh Menhan sebelumnya. 

"Kalau ada orang baru, siapa yang paham menangani persoalan-persoalan lama, masalah helikopter, masalah macam-macam? Kalau menurut saya, Prabowo terbebani dengan ini," kata Desmon di Jakarta, Jum'at (25/10).

Hendarsam mengakui, kawannya itu memamg melihat dari sudut pandang yang berbeda, namun menurutnya tetap, bahwa presiden Jokowi pun memiliki sudut pandang yang berbeda yaitu lebih melihat bahwa kehadiran Wamen Wahyu sebagai seorang sebagai seorang pebisnis justru akan sangat membantu dalam mengembangkan industri pertahanan di Indonesia. 

"Cuma setelah saya tahu kenapa Wahyu Trenggono itu jadi Wamen, ternyata industri Pertahanan kita yang lebih dikedepankan, karena beliau seorang pebisnis yang tentunya bisa lengkapi Prabowo dalam sisi persenjataan alutsista dan lainnya," kata Hendarsam. "Jadi Desmon tepat juga dari satu sisi, tapi Jokowi juga tepat melihat dari sisi yang lain," tegasnya.