sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

ICMI kendaraan Habibie, geser ketergantungan Soeharto pada militer

Perwira militer sempat mencurigai ICMI sebagai organisasi sektarian yang membahayakan persatuan negara dan bangsa.

Mona Tobing Robertus Rony Setiawan
Mona Tobing | Robertus Rony Setiawan Sabtu, 14 Sep 2019 14:43 WIB
ICMI kendaraan Habibie, geser ketergantungan Soeharto pada militer

Dimusuhi Militer

Kilas balik eksistensi ICMI terjadi sebelum otoritas Presiden Soeharto berakhir. Soeharto memang telah memulai untuk merangkul kekuatan Islam.

Ia sadar kalau posisi muslim sangat penting dan strategis. Selama ini Soeharto memang lebih banyak bergantung pada dunia militer. 

Soeharto mulai memeluk kekuatan sipil muslim dan secara perlahan meminimalkan ketergantungan politiknya pada militer. Peran Habibie pun makin mantap untuk meminimalkan peran militer dalam pemerintahan, setelah berhasil terpilih menjadi Wakil Presiden berdasarkan Sidang Umum tahun 1998. 

Karpet merah dari Presiden untuk ICMI membuat sejumlah pihak gerah. Dalam tulisan Abdul Haris Fatgehipon dengan judul 'The Relationship Amongst Soeharto, Military and Muslim in the End of New Order', Regime menulis mayoritas militer melihat ICMI sebagai ancaman baru terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. 

Perwira militer bahkan mencurigai ICMI sebagai organisasi sektarian yang membahayakan persatuan negara dan bangsa. Sebab hanya memberi prioritas kepentingan umat Islam.

Ilmuwan Politik Amerika William Liddle menilai, pada awalnya ICMI dianggap sebagai instrumen yang dirancang dan digunakan oleh Soeharto untuk tujuannya sendiri.

Sayang, Soeharto salah sangka, ICMI tidak bekerja untuk menjaganya. Sebaliknya, Soeharto malah digantikan oleh orang kepercayaannya yang menjabat sebagai Wakil Presiden yakni Habibie. 

Rupanya dalam catatan Liddle, setelah kongres ICMI sejumlah aktivis Islam yang menempati posisi strategis dalam pemerintahan justru bertekad untuk mengambil alih kekuasaan dari Soeharto cepat atau lambat dengan atau tanpa Habibie. 

Keberadaan ICMI tidak bisa disangkal berperan bagi politik umat Islam, meski belakangan peran tersebut menyurut dengan hadirnya banyak partai Islam yang tampil memperjuangkan kepentingan umat Islam. Sepeninggal, Habibie tentu ICMI diharapkan tetap bernaskan dari bagian gerakan modernisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.