logo alinea.id logo alinea.id

Misteri pria kurus penembak Harun Al Rasyid di rusuh 22 Mei

Polisi mengantongi ciri-ciri pelaku setelah menganalisis rekaman kamera pengawas CCTV di Petamburan, Jakarta Barat.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 05 Jul 2019 18:24 WIB
Misteri pria kurus penembak Harun Al Rasyid di rusuh 22 Mei

Keberadan pelaku penembakan terhadap Harun Al Rasyid, satu dari 9 korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei masih misteri. Namun, pihak kepolisian mengaku telah mengantongi identitas pelaku penembakan tersebut. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan saat ini polisi masih mengejar pelaku penembakan terhadap korban Harun. Ciri-ciri pelaku pun sudah dikantongi polisi.

“Pelakunya berbadan kurus. Kurang lebih tingginya 175 cm. Rambutnya panjang. Saat melakukan aksinya, pelaku memakai sebo. Ini sedang didalami oleh tim kami,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Harun Rasyid merupakan korban tewas paling muda dalam kerusuhan 22 Mei 2019. Usianya baru 15 tahun. Tewasnya Harun menjadi pertanyaan banyak pihak. Anak kedua dari tiga bersaudara asal Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, meninggal akibat tembakan peluru tajam yang mengenai dada sebelah kirinya.

Dedi mengungkapkan, pihaknya mengantongi ciri-ciri pelaku setelah menganalisis rekaman kamera pengawas CCTV di dekat lokasi kejadian, yakni di Petamburan, Jakarta Barat. Menurut Dedi, pelaku penembakan diduga ngumpet di antara ruko sekitar lokasi sebelum maupun setelah menembak korban.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto, mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelaku menembak korban menggunakan tangan kiri. Tembakan dilakukan dengan posisi miring dan sejajar dengan dada.

"Arah miring jarak 11 meter, arahnya lurus mendatar. Ada trotoar, pelaku agak tinggi, berbadan kecil dan berambut panjang," tutur Suyudi.

Selanjutnya, untuk pelaku penembakan terhadap korban bernama Abdul Azis, Suyudi mengaku belum mengetahuinya. Akan tetapi, pelakunya berbeda dengan pelaku penembakan terhadap korban Harun Al Rasyid. 

Sponsored

"Beda. Lokasi dan proyektil pelurunya juga beda," ujarnya.

Berdasarkan uji balistik terhadap dua peluru di tubuh korban, polisi menyatakan pelaku penembakan menggunakan senjata jenis glok 42. Senjata jenis tersebut merupakan senjata pabrikan.

Senjata itu, kata Suyudi, sama sekali tidak digunakan oleh aparat yang bertugas mengamankan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saat itu. Aparat keamanan juga tidak dibekali senjata api dan peluru tajam.