sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Moeldoko: Presiden akan bertemu dengan tokoh Papua

Kondisi Papua dipastikan berangsur membaik setelah langkah-langkah taktik dilakukan oleh Panglima TNI dan juga Kapolri.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Sabtu, 31 Agst 2019 14:41 WIB
Moeldoko: Presiden akan bertemu dengan tokoh Papua

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan para tokoh Papua dalam waktu dekat, guna menyelesaikan permasalahan kerusuhan yang terjadi di Papua saat ini.

"Karena pak Jokowi sangat dekat dengan teman-teman tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Papua. Jadi pasti akan bertemu," katanya di Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu.

Kondisi Papua dipastikan berangsur membaik setelah langkah-langkah taktik dilakukan oleh Panglima TNI dan juga Kapolri dalam menangani persoalan yang terjadi di sana.

Menurutnya, semua pihak terpancing emosi dan tetap menyikapi dengan kepala dingin atas kejadian tersebut.

Sikap emosional, dikhawatirkan akan memunculkan persoalan baru, sehingga nantinya akan menguntungkan bagi para aktor dibalik kerusuhan yang terjadi sekarang.

"Persoalan baru tersebut bisa muncul dari penangan yang tergesa-gesa dan egois. Sehingga para aktor-aktor dibelakangnya mengharapkan kondisi seperti itu jadi kita tidak boleh terpancing," katanya.

Ia menyebutkan, memang ada keinginan dari sebagian masyarakat untuk melakukan tindakan yang lebih tegas lagi atas peristiwa tersebut.

Namun, sekali lagi ia mengharapkan semuanya tidak terpancing emosi sehingga memunculkan persoalan baru yang lebih besar dan hanya akan menghabiskan energi saja.

Sponsored

"Bagi TNI/Polri melakukan tindakan tegas tidak terlalu sulit. Tetapi yang cukup sulit adalah mengendalikan emosi agar semuanya tertata dengan baik," katanya.

Jatim kirim paket sembako dan pakaian ke Papua

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengirimkan sejumlah paket sembako dan pakaian ke Papua. Logistik tersebut dikirim dan diangkut dengan menggunakan KRI dr Soeharso-990 .

Paket sembako ini berasal bantuan dari perguruan tinggi, ormas, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khofifah sendiri mengirim lima ton beras untuk masyarakat Papua. Bantuan logistik ini dikirim setelah mendapat informasi toko-toko yang menjual kebutuhan pokok di Jayapura masih tutup 

"Selama ini hubungan kami dengan Papua terjalin baik. Mayoritas bantuan berasal dari Jatim,” kata Khofifah saat meninjau persiapan bantuan logistik, di Koarmada II, Sabtu (31/8).

Khofifah berharap bantuan mampu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat setempat.

Selain Khofifah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim memberi bantuan berupa 3.600 kaleng makanan lauk pauk, 3.600 kaleng tambahan gizi, 5 kuintal beras, 50 dus air mineral botol 500 ml dan 100 dus mie instan.

Dinas Sosial Jatim mengirim bantuan 100 dus popok bayi dan 100 paket keluarga. Di antaranya kaos lengan panjang anak, celana panjang anak dan kaos lengan pendek dan celana pendek anak, celana dalam anak, kaos dalam anak, perlengkapan mandi, minyak kayu putih; handuk, alas kaki/sandal, tas packing.

Sementara bantuan dari perguruan tinggi yakni Universitas dr Soetomo berupa mie instan sebanyak 60 dus, beras 30 kilogram, kopi sachet 6 dus, air mineral 50 dus, gula pasir 15 kg, minyak goreng 6 pouch dan biskuit 4 dus.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberi bantuan mie instan 60 dus beras 75 pak, pembalut 3 dus, roti gabin 6 dus, sarden 20 dus, sambal 2 dus, garam 200 bungkus, wafer 5 dus, kecap 5 dus, obat-obatan 1 dus, lampu gantung 2 unit dan lampu tangan 3 unit.

Kadispen Koarmada II, Letkol Laut (P) Djawara Whimbo mengatakan, semua bantuan ini kemungkinan akan tiba di Jayapura pada lima hari mendatang.

"Hari ini, seluruh bantuan dikirim ,” tutur Djawara. 

Koarmada II membentuk Satgas Kesehatan dan  menyalurkan bantuan Iogistik untuk membantu masyarakat Jayapura dan sekitarnya, pada Kamis (29/8/2019) lalu

Satgas ini terdiri dari personel gabungan Rumah Sakit TNI AL, Marinir dan kapal perang di jajaran Koarmada ll yakni KRI dr Soeharso 990 sebagai kapal rumah sakit.

“Aksi anarkis massa mengakibatkan kendala bagi masyarakat Jayapura dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” pungkasnya. (Ant)