logo alinea.id logo alinea.id

Moeldoko sebut ada penyusup

Kelompok penyusup tersebut melakukan aksinya bukan dalam konteks pemilu.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Rabu, 22 Mei 2019 10:29 WIB
Moeldoko sebut ada penyusup

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau warga untuk tidak terlebih dahulu mendekat daerah Sudirman. Pasalnya, kawasan tersebut menjadi pusat berkumpulnya massa aksi pada hari ini.

"Di luar itu, silakan aktivitas seperti biasa saja," ucap dia kepada wartawan saat disiarkan secara langsung oleh televisi, Rabu (22/5).

Dia mengaku pemerintah tidak melarang bagi siapa pun untuk menyampaikan aspirasinya. Pemerintah hanya khawatir ada kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut. Terbukti pada bentrokan yang terjadi, malam tadi.

Kelompok penyusup tersebut melakukan aksinya bukan dalam konteks pemilu. Sebab pesta demokrasi berakhir di MK, bukan di jalanan. Pihak 02 juga telah menyatakan akan mengajukan gugatan pilpres ke MK.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi memastikan sebanyak 32.000 aparat militer disiapkan untuk menjamin keamanan di Ibu Kota. Bahkan, 12.000 di antaranya saat ini sudah berada di lapangan guna membantu Polri menjaga sejumlah lokasi strategis. 

"Sebanyak 12.000 personel yang diminta Polri sudah merapat on sites, 20.000 personel siaga sudah berada di Jakarta," jelas Sisriadi di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Jenderal bintang dua ini menegaskan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga memantau situasi di lapangan. Orang nomor satu di korps militer tersebut memonitor empat titik krusial di Ibu Kota, yakni Istana Merdeka, Gedung DPR, kantor KPU, dan kantor Bawaslu.

"Fokus di empat titik dan monitor secara wide angle seluruh wilayah Jakarta," sambungnya.

Sponsored

Sebelumnya, aksi massa yang berlangsung di depan Gedung Bawaslu, berlangsung ricuh. Massa tersebut menolak hasil Pemilu 2019 lantaran dianggap curang. 

Pada Selasa kemarin, massa sempat berorasi dan bertahan untuk melaksanakan salat tarawih di ruas Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Aparat pun membubarkan massa dan kericuhan yang meluas di sekitar Jalan KS Tubun, Tanah Abang.