sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mudik dilarang, Menhub: Jumlah penumpang turun signifikan

Sejak 6 hingga 9 Mei 2021 terjadi penurunan pergerakan penumpang baik di angkutan udara, laut, darat, maupun perkeretaapian.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 10 Mei 2021 19:00 WIB
Mudik dilarang, Menhub: Jumlah penumpang turun signifikan

Pemerintah apresiasi masyarakat yang telah memutuskan untuk tidak mudik selama masa peniadaan mudik Lebaran 2021 yang berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021.

"Kami selaku penyelenggara mengapresiasi masyarakat memberikan suatu respons yang baik tentang upaya peniadaan mudik yang efektif," ujar Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi COVID-19, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/05).

Menhub mengungkapkan, sejak 6 hingga 9 Mei 2021 terjadi penurunan pergerakan penumpang baik di angkutan udara, laut, darat, maupun perkeretaapian.

"Tanggal 6 Mei sampai 9 Mei yang kami evaluasi, terjadi penurunan yang signifikan. Kalau dari normal itu di angkutan udara penurunan sampai 93%, kalau di laut dan kereta api kira-kira 90%, di darat memang sedikit penurunan kira-kira 40%," jelasnya.

Namun, Budi mengungkapkan, terjadi kenaikan jumlah penumpang pada periode sebelum peniadaan mudik yaitu 22 April hingga 5 Mei. Pada periode tersebut, para pelaku perjalanan diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan negatif tes PCR/swab antigen/GeNose.

"Pada masa 22 April sampai tanggal 5 Mei terjadi suatu kenaikan jumlah mereka yang keluar dari tempat asal 20-30%," ungkapnya.

“Kami mengapresiasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang melakukan effort yang baik terhadap upaya-upaya penyekatan. Kemarin kami sempat melakukan suatu kunjungan ke tiga tempat: ke (Pelabuhan) Merak, (Pelabuhan) Bakauheni, dan ke Brebes, penurunan begitu signifikan, 90% penumpang pergerakannya," jelas dia.

Menhub menjelaskan, penyekatan tersebut tidak berlaku untuk pergerakan arus barang atau logistik yang hanya turun sekitar 3-5%. "Artinya rencana kami untuk melakukan peniadaan mudik pada penumpang dan memberikan seluas-luasnya pergerakan kepada logistik itu terjadi dengan baik," imbuhnya.

Sponsored

Lebih lanjut, Budi Karya memaparkan bahwa pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pemudik pada H-2 dan H-1 Idulfitri.

"Dari pantauan yang kami lihat dari survei kami, bahwa mudik ini masih bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa. Oleh karenanya, kami mengimbau untuk tetap tidak melakukan mudik karena itu akan lebih baik," ujarnya.

Berita Lainnya