sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Orang kaya mulai borong vaksin, Sri Mulyani: Tragedi moral dunia

Perkiraan WHO tentang potensi munculnya tragedi moral dunia akibat dari proses vaksinasi Covid-19 ini mulai terlihat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 27 Jan 2021 18:04 WIB
Orang kaya mulai borong vaksin, Sri Mulyani: Tragedi moral dunia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di dunia mulai terjadi kenaikan harga vaksin Covid-19. Hal itu disebabkan oleh negara-negara kaya dan juga orang-orang di dunia yang ingin menyelamatkan dirinya sendiri.

"Mulai terjadi kenaikan harga vaksin, sebab orang orang negara kaya memborong semua dan orang-orang kaya di negara kaya mulai memborong sendiri," katanya dalam video conference, Rabu (27/1).

Dia pun menyebutkan, perkiraan WHO tentang potensi munculnya tragedi moral dunia akibat dari proses vaksinasi Covid-19 ini mulai terlihat.

"Ini sudah disampaikan oleh WHO dalam peringatannya bahwa vaksinasi Covid-19 bisa jadi tragedi moral dunia," ujarnya.

Meskipun begitu, dia memastikan pemerintah Indonesia tetap berusaha untuk menyediakan vaksin gratis kepada 181,5 juta penduduk Indonesia, tanpa memandang status sosialnya.

"Indonesia melakukan vaksinasi gratis untuk menjamin bahwa semua orang yang harus divaksin, tidak ada pengecualian," ucapnya.

Dia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar Rp633,8 miliar untuk membeli 3 juta vaksin dari Sinovac pada 2020. Indonesia membutuhkan 426,8 juta dosis vaksin untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk dapat memvaksin seluruh rakyat Indonesia adalah sebesar Rp73,3 triliun dengan rincian untuk pengadaan vaksin Rp64 triliun dan Rp9,1 triliun untuk operasional vaksinasinya.

Sponsored

Namun, dia memperkirakan anggaran untuk vaksin dapat melampaui proyeksi tersebut, mengingat angka pertumbuhan kasus positif Covid-19 yang semakin tinggi.

“Jadi total mungkin kita masih dapatkan angkanya. Tetapi sebagian nanti diambil dari realokasi atau refocusing,” kata dia.
 

Berita Lainnya