sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Otak peledakan bom di Mapolrestabes Medan dibekuk, ternyata pimpinan JAD Sumut

Terdapat 23 tersangka terduga teroris yang baru ditangkap pihaknya pascaledakan bom bunuh diri di Mapolresta Medan

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 18 Nov 2019 15:48 WIB
Otak peledakan bom di Mapolrestabes Medan dibekuk, ternyata pimpinan JAD Sumut

Kepolisian Republik Indonesia telah menangkap pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulaah (JAD) Sumatera Utara berinisial Y alias Yasir alias Anto. Diduga, Anto merupakan otak peledakan bom di Mapolresta Medan yang dilakukan oleh Rabbial Muslim Nasution beberapa waktu lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan Anto merupakan pimpinan dari peledak bom bunuh diri di Mapolresta Medan yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution (RMN).

"Y alias Yasir alias Anto ini adalah Amir dari pada kelompok ini, ditangkap di loket Sartika Medan, Sumut," kata Dedi saat konferensi pers di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Dedi menerangkan, dalam kapasitasnya Anto berperan merekrut calon anggota JAD. Setelah rekrutmen rampung, selanjutnya Anto memimpin idad atau pelatihan teroris di Gunung Sibayak.

"Selain itu, Y juga mengikuti baiat bersama kepada Abu Ibrahim Al Hasimi Al Quraishi, dan ikut latihan dan memimpin latihan di Gunung Sibayak," tutur Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menerangkan keterlibatan 23 tersangka terduga teroris yang ditangkap termasuk pelaku peledakan  pascainsiden bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Puluhan tersangka itu diduga turut termasuk dalam kelompok JAD pimpinan Anto.

Dedi membeberkan, tersangka pertama yakni RMN yang meninggal dunia saat melakukan amaliyah di Mapolresta Medan. Kedua, wanita berinisial DA. Dia merupakan istri dari RMN. Dia ditangkap di Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11).

"Keterlibatan yang bersangkutan (DA) antara lain melakukan komunikasi dengan saudari IPS, seorang napiter yang saat ini ditahan atau menjalin proses penahanan di Lapas kelas II Medan," ucap Dedi.

Sponsored

Selain itu, DA juga turut membantu membeli peralatan senjata tajam dan bahan-bahan untuk merakit bom guna melancarkan aksi suaminya melakukan idad. Ketiga, MAI. Dia ditangkap di Medan pada 13 November. Perannya adalah memfasilitasi tempat berkumpulnya kelompok jaringan tersebut, mengikuti baiat kepada pimpinan ISIS yang saat ini diangkat itu Abu Ibrahim Al Hasimi Al Quraishi.

"Dia (MAI) juga ikut melaksanakan latihan di Gunung Sibayak pada bulan Mei tahun 2019," ucap Dedi.

Keempat, seorang pria berinisial MN. Dia diduga turut terlibat dalam kelompok ISIS. Bahkan, dia salah satu anggota aktif di kelompok JAD pimpinan Anto. Selanjutnya, tersangka AL. Dia ditangkap pada Kamis (14/11). Dia diduga turut mengetahui perakitan bom yang dilakukan oleh dua tersangka lainnya.

"AL juga mengetahui pelaksanaan rakitan bom sendiri maupun tas yang akan digunakan oleh saudara RMN untuk melakukan bom bunuh diri, mengikuti baiat secara bersama," ucapnya.

Kemudian, tersangka berinisial AS yang ditangkap pada Kamis (14/11). Dia diduga turut melaksanakan latihan di Gunung Sibayak. Bahkan, dia diajak dan dimotivasi oleh RMN untuk melakukan perlawanan terhadap anggota Kepolisian.

Selanjutnya terduga teroris bernisial F. Dia diduga membaiat diri serta ikut pelatihan atau idad. Kesembilan, tersangka perempuan berinisial S. Dia diduga termasuk dalam kelompok JAD pimpinan Anto.

Kemudian tersangka berinisial DH yang diduga telah membaiat diri kepada ISIS. Bahkan, DH diduga mengetahui rencana pelaksanaan teroris atau aksi teroris yang akan dilaksanakan oleh tersangka RMN.Lalu tersangka berinisial KS alias Abu Munzir. Dia diduga masuk dalam kelompok ISIS dan juga mengetahui sasaran aksi terorisme yang dilakukan RMN.

Selanjutnya tersangka berinisial S, ditangkap di Banda Aceh. Dia diduga telah memfasilitasi tempat kelompok Y guna menjadikan tempat untuk membaiatkan diri ke ISIS. Di samping itu, dia turut latihan atau idad di Gunung Sibayak.

Kemudian tersangka berinisial Z alias Jaka. Dia diduga turut mengikuti latihan di Gunung Sibayak dan sudah membaiat diri ke ISIS sebanyak dua kali. Ke-15 tersangka berinisial MFJ yang diduga turut membaiat diri dan pernah mengikuti latihan di Gunung Sibayak sebanyak dua kali.

Selanjutnya tersangka berinisial SS. Dia diduga kuat telah mengetahui perakitan bom dan sudah pernah ikut latihan di Gunung Sibayak sebanyak dua kali.

Kemudian terdapat empat tersangka yang menyerahkan diri ke aparat kepolisian. Keempatnya ialah, W, DS, IF, dan DS. Keempatnya diduga termasuk dalam kelompok JAD pimpinan Anton. Selain itu, keempatnya juga baru membaiat diri ke ISIS dan turut mengikuti latihan di Gunung Sibayak.

Kemudian tersangka berinisial AH. Dia  ditangkap pada Minggu (17/11), di Medan. Polri menduga, AH terlibat aktif dalam kelompok  JAD pimpinan Anton. Selain itu, dia juga turut mengikuti latihan di Gunung Sibayak. Bahkan, dia diduga menerima dan menyimpan senjata rakitan dari Anton.

Sementara, terdapat dua tersangka terduga teroris yang tewas saat hendak ditangkap Densus 88. Keduanya ialah AP dan K alias Khoir. Keduanya diduga turut bergabung dalam kelompok JAD pimpinan Anto. Keduanya terpaksa dilumpuhkan lantaran melawan saat hendak ditangkap.

"Khusus untuk 2 orang yang meninggal dunia ini, memiliki kualifikasi merakit bom, melakukan pembuatan bom untuk RMN yang digunakan untuk melakukan aksi terorisme di Mapolresta Medan," tutur Dedi.