logo alinea.id logo alinea.id

OTT Ketum PPP dinilai bukti pemerintahan Jokowi tak tebang pilih

“Kasus ini menunjukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negeri ini."

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 15 Mar 2019 15:02 WIB
OTT Ketum PPP dinilai bukti pemerintahan Jokowi tak tebang pilih

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, dianggap menjadi bukti pemberantasan korupsi di era Jokowi tidak tebang pilih.

Juru bicara bidang hukum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mengatakan, OTT tersebut menunjukkan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan dengan baik.

“Kasus ini menunjukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negeri ini. Jauh dari tebang pilih seperti yang dituduhkan kepada Pak Jokowi,” ujar Rian melalui rilis resminya, Jumat (15/3).

Penangkapan anggota DPR yang kerap disapa Gus Rommy, juga dinilai sebagai bukti kebenaran pidato Ketum PSI Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan International Center, Medan, Senin (11/3) lalu. Dalam pidatonya, Grace mengkritik partai-partai lama yang dinilai memiliki komitmen rendah dalam pemberantasan korupsi.

"Pidato Ketum PSI Grace Natalie benar, komitmen pemberantasan korupsi di tubuh partai politik sangat lemah," katanya.

PSI pun mendorong agar KPK bekerja secara profesional menangani kasus tersebut. 

Sementara itu, Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha mengakui hari ini Rommy berada di Surabaya. Namun ia menolak mengonfirmasi penangkapan Rommy oleh penyidik KPK.

“Tadi telepon ajudannya, dia bilang Gus Rommy sedang di Surabaya. Kita tunggu penjelasan KPK sore ini,” ucapnya saat dihubungi.

Sponsored

KPK hingga saat ini belum mengonfirmasi penangkapan Rommy. Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan penyidik KPK melakukan OTT di Jawa Timur. Namun ia tak memberi informasi siapa saja yang ditangkap dalam operasi tersebut.