sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

OTT pengaruhi persepsi publik kepada KPK

Persepsi publik yang menganggap kinerja KPK baik itu tak lepas dari operasi senyap akhir tahun.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 25 Jan 2021 17:16 WIB
OTT pengaruhi persepsi publik kepada KPK

Berdasarkan survei KedaiKOPI 85,8% masyarakat nilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjalankan tugas apabila melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Akan tetapi, saat ditanya pertanyaan berbeda, ada perubahan yang signifikan.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo menjelaskan, ketika responden ditanya lebih pilih banyak OTT atau kasus korupsi lebih sedikit, persentasenya terbilang 50:50.

"Berbeda dari pertanyaan sebelumnya kalau tadi 85,8% responden bilang banyak OTT, kalau di sini hampir 50:50 yang bilang bahwa indikator KPK berhasil itu ada 50% bilang banyak OTT, 50% bilang korupsinya sedikit," ucap Kunto saat memaparkan hasil survei secara virtual, Senin (25/1).

Sementara dalam kinerja, ujar Kunto, 85,5% publik menilai kinerja KPK baik dengan rata-rata skala 1-10 ada di angka 6,83. Namun, tiga alasan masyarakat yang menilai kinerja belum baik karena masih banyak korupsi 27,7%, koruptor belum tertangkap 17,4%, dan kinerja kurang maksimal 13,5%.

"Sedangkan alasan kinerja KPK baik adalah banyak koruptor tertangkap (55,1%). Sekali lagi, OTT jadi indikator yang paling kelihatan bagi publik tentang kinerja KPK ini," ujarnya.

Kunto menjelaskan, persepsi publik yang menganggap kinerja KPK baik itu tak lepas dari operasi senyap akhir tahun. Diketahui, November-Desember 2020 eks Menteri Sosial Juliari P Batubara dan bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap komisi antikorupsi.

"Ketika akhir tahun kemarin ada dua OTT besar, dan kemudian OTT itu mempengaruhi opini publik dan kepercayaan publik terhadap KPK," katanya.

Survei KedaiKOPI berlangsung 4-11 Januari 2021 di 34 provinsi. Menggunakan metode face to face interview dengan protokol kesehatan, serta 2.000 responden yang terbagi 50,2% laki-laki dan 49,8% perempuan.

Sponsored

Di tingkat usia, 25-40 tahun 42,6%, 41-56 tahun 27,9%, 17-24 tahun 21,5% dan 57-65 tahun 8%. Error sampling kurang lebih 2,19% dengan interval kepercayaan 95%.

Berita Lainnya