sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar: KKB teroris yang beroperasi secara lokal

"Naik kelasnya" KKB menjadi teroris mengesankan kegagalan negara meredam kekerasan oleh kelompok itu di Papua.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 30 Apr 2021 14:23 WIB
Pakar: KKB teroris yang beroperasi secara lokal

Psikolog forensik Universitas Indonesia (UI), Reza Indragiri Amriel, mendukung langkah pemerintah menetapkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris. Pasalnya, terorisme tak semata-mata berkaitan dengan agama bahkan ada yang lebih berbahaya, separatisme.

"Bagi saya, KKB di Papua tepat dikategori sebagai nationalist dissident terrorism yang paling tidak beroperasi secara lokal," katanya kepada Alinea, Jumat (30/4).

Menurut Reza, memang ada kesan "naik kelasnya" KKB di Papua menjadi teroris merupakan dampak kegagalan pemerintah meredam beranak-pinaknya perilaku kekerasan masif kelompok tersebut. "Juga terkesan bertambah satu lagi musuh negara, musuh berupa kelompok terorganisasi."

Kendati demikian, dirinya berpendapat, muncul persepsi berbeda jika dicermati lebih jauh. Ketika Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) masih disebut sebagai KKB, aksi mereka tak ubahnya kriminal biasa. Pemikiran yang muncul cukuplah kriminal dihadapi polisi.

Sponsored

Semetara itu, terhitung sejak dilabelkan sebagai teroris pada Kamis (29/4), memberikan alasan yang melegalkan bagi setiap komponen bangsa untuk menyikapi organisasi teroris itu sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara cepat, tegas, terukur, dan tuntas.

"Yang juga perlu diantisipasi adalah manuver tokoh di Jakarta. Berbagai stigma dan narasi yang gencar dikonstruksikan KBB sebelumnya mengarah ke pencitraan bahwa pemerintah tengah melancarkan state terrorism (terorisme negara) terhadap masyarakat Papua," ujarnya.

Sekarang, imbuh Reza, KKB menggunakan cara lain. Ia melontarkan kontra narasi dengan bingkai "negara lawan teroris" sebagai "Islam versus Kristen". "Sah sudah medan perang melawan kelompok teror tidak hanya berlangsung di daratan. 'Patroli udara' juga perlu digencarkan," pungkasnya,

Berita Lainnya