sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PAN: Pemerintah nafsu kejar pertumbuhan ekonomi, Covid melonjak

Menurut Hafisz Thohir, nafsu mengejar pertumbuhan ekonomi dengan menafikan kesehatan masyarakat terlihat dari postur APBN.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 12 Jul 2021 10:30 WIB
PAN: Pemerintah nafsu kejar pertumbuhan ekonomi, Covid melonjak

Pemerintah disebut terlalu bernafsu mengejar target pertumbuhan ekonomi. Namun,  kesehatan masyarakat di masa pandemi ini tak terkonsentrasi dengan baik. 

Akibatnya, kata anggota Komisi XI DPR, Achmad Hafisz Thohir, angka positif Covid-19 melonjak tinggi dan Indonesia pun berstatus sebagai negara lower middle income seperti dilaporkan Bank Dunia.

"Dulu saya sudah protes keras dengan postur APBN yang masih mendahulukan pertumbuhan ekonomi di atas segalanya. Padahal, kalau rakyat sakit mana mungkin ekonomi bisa bergerak," kata Hafisz dalam keterangannya, Senin (12/7).

Nafsu mengejar pertumbuhan ekonomi dengan menafikan kesehatan masyarakat terlihat dari postur APBN. Pemerintah, kata Hafisz, terlihat galau antara mendahulukan ekonomi atau kesehatan. 

Padahal, sudah jelas kesehatan masyarakat di atas segalanya. Mengutip Cicero filsuf Romawi kuno bahwa kesehatan rakyat merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara (salus populi suprema lex esto).

Hafisz mengingatkan, bahwa target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah tidak akan tercapai sepanjang kesehatan rakyat tidak ditangani dengan maksimal.

"Hari ini kita lihat saja Covid-19 merajalela. Pertumbuhan ekonomi belum membaik. Sampai-sampai kita semua enggak berani keluar rumah karena kasus Covid-19 naik tajam," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia mengatakan, penanganan Covid-19 harus dilakukan secara extraordinary ketimbang memikirkan pertumbuhan ekonomi, yang tak kunjung tercapai.

Sponsored

"Situasi sekarang ini sudah tahap bahaya sekali, bahkan saat ini Indonesia sudah hampir sama dengan India," ungkapnya.

Data 7 Juli 2021, menunjukkan, kasus terinfeksi  mencapai 34.379 dan angka kasus aktif 343.101. Saat ini, Indonesia sudah masuk alert untuk kedatangan di beberapa negara, karena meningkatnya kasus Covid-19 sama seperti India dan Iran.

"Inilah akibat pemerintah ambigu antara ekonomi dulu atau urus pandemi dulu. Karena mau ambil kedua-duanya, ekonomi tetap ingin tumbuh tinggi sambil juga ngurusin Covid-19. Ngurus Covid-19 nggak bisa disambil-sambil," pungkas Hafisz.

Berita Lainnya